Era Dunia digital 4.0 dan era 5 G tak terelakkan harus dihadapi. Tiap orang juga tak bisa lepas dari dunia ponsel dan berbagai aplikasi online. Tak terkecuali dalam dunia bisnis. Bussiness.Link adalah sebuah aplikasi organiser profil bisnis yang diperuntukkan bagi para pelaku bisnis offline dan bisnis online. Sehingga memudahkan para pelaku bisnis untuk menyajikan Company Profile, Personal Branding, Personal Touch, Co Branding hingga Co Marketing. Karena Bussiness Link mensupport Marketing 4.0 dan ramah SEO bagi mesin pencari global seperti Google, Yahoo, ataupun Bing.
Intinya jika pelaku usaha atau sebuah organisasi apapun ingin memiliki representasi dan presentasi profil usaha / organisasi yang baik bagi clientnya, Bussiness.Link adalah alatnya.

“Semula kami maunya memakai nama business.link, tapi tetapi ternyata nama tersebut sudah dimiliki oleh pihak lain, akhirnya kami memilih nama BUSSINESS.LINK yang mana buss artinya ciuman, saya pas karena ini aplikasi bussiness.link intinya memberikan ciuman yang berkesan bagi para client bisnis atau organisasi seperti yayasan, komunitas maupun pemerintahan dari desa hingga kedinasan, ” tutur Andre Waluyo yang karena PHK jadi memiliki waktu uthak-uthik laptop bareng rekannya M. Suluh. Andre pun membuat aplikasi berbasis web dan menawarkan akunnya ke berbagai pihak sesuai dengan volume usaha yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan tersebut. Dan bagi anggota dinas atau organisasi yang mau punya akun hingga punya e-katalog ragam usaha bisnisnya dan berbagai aktivitasnya berikut punya e kartunama serta terhubung dengan semua medsos yang dipunya seperti fb, ig, twiter lengkap dengan profil dan aktifitas bisnisnya bila dikirim ke suatu negara bisa berganti bahasa sesuai bahasa setempat hingga promosi bisa mendunia, bagi umkm usaha mikro harga iuran mulai 95 ribu sd 125 ribu, untuk usaha kecil dan rumah makan yang dilengkapi dengan fitur daftar menu online, 270 ribu setahun dan untuk usaha / organisasi skala menengah hingga mapan, harga iuran dimulai dari 450 ribu setahun, terdapat fitur menu untuk pujasera dan fitur profiling holding company . “Bila tahun depan tak bayar lagi, akun ndak hilang cuma fasilitas gratisan ya terbatas, ” tutur bapak dari anak tunggal Marcelius Pandu Waluyo yang kini kuliah di adminitrasi bisnis Unej dan bersertifikat barista nasional.
Ketua AKRAB Syamsudin saat dialog dengan Andre dan Suluh di Rumah Kreatif ,”Saya butuh aplikasi ini mengorganizer seribu anggota dan akan banyak lagi karena Bupati ingin desa punya data pelaku umkm. Dan bila 500 saja anggota punya akun, organisasi hidup, informasi dan program pemerintah cepat sampai serta bisnis pemasaran otomatis pesanan datang meraih rejeki, ” tutur Bapak 4 anak yang punya usaha kuwuk aren,jenang dodol serta batik banjarwangi Licin ini.
Sedang Hadi Purwanto, Manager Sinergi Media ngopi dan nikmati roti bluder di Warung D’Lakon Jl. Borobudur 4 depan pintu masuk kantor Bupati Banyuwangi, langsung registrasi akun bussiness.link dan kian yakin bisa mengkondisikan 17 lembaga yang dinaungi maupun tingkatkan ragam jualan biomoringa dan ragam herbal lainnya.
“Kok juga ngelink dengan youtube saya yang subcribernya sudah lebih seribu, ini menarik, ” tambah youtuber yang juga pimpinan Radio Planet FM ini hingga ia yang berponsel 085204031111 langsung deal komitmen hpnya register dan siap jadi marketing bussiness.link ini.
Ditambahkan oleh Oktarina selaku EO Oktada dan Ketua Asosiasi Sinergi UMKM Gotongroyong’45, langsung 17 anggotanya didaftarkan akunnya.
“Yang tidak punya akun, barang dagangannya tetap kita turut masarkan. kita kan guyub seduluran, ” tutur PKL yang buka kedai Kopi HR dengan ragam kuliner khasnya.
“Aplikasi ini untuk sosial tak murni bisnis. Juga untuk perusahaan maupun bumdes bisa saling gendong indit. Ayo ini bisa dimiliki bersama dari kita kanggo ndiko. Kami merintis dari Banyuwangi untuk nantinya merambah Jatim dan Bali.intinya, terlebih sikon pandemi, ayo melek IT dan lewat HP di rumah tetap terhubung dengan pengurus, konsumen,anak buah serta bisnis jalan dengan pundi-pundi transferan ke rekening dari seluruh dunia.kita tak jual produk kita,kita bisa juga makelaran, ” tandas Pendamping Desa di Wongsorejo, M.Suluh yang HPnya 085258505612 sambil tertawa dibalik maskernya.(AWN)


Komentar