Program kegiatan Dokter Mengabdi Universitas Malang Brawijaya tahun 2021 memberikan pelatihan terhadap UMKM binaan Taman Nasional Meru Betiri bertempat di Kantor Balai Desa Kebonrejo, Kamis (09/09/2021).
Kegiatan dengan tema ‘Penguatan Daya Saing Dan Kinerja masyarakat Produktif Desa Penyangga Meru Betiri Melalui Sinergi Agro Industri Kopi Dan Jamur Tiram Yang Berkelanjutan’ ini dihadiri oleh Kepala Desa Kebonrejo Dedie Suharto kepala desa Kebunrejo Dedi Suharto, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Meru Betiri wilayah 3 Kalibaru Sulistrianto, S. Si, M,Si., Tim Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya Malang Dr. Siti Asmaul Mustaniroh, STP, MP., Dr. Eng. Evi Kurniati, STP, MT., Dr. Fitria Dina Riana, SP, Mp, Rahmi Yuniarti, ST, MT., Jaya Mahar Maligan, STP, MP., ketua dan anggota kelompok SPKP Multi Kreasi Sejahtera, serta kelompok barista Kalibaru dan sekitarnya.
Dalam sambutannya kepala desa Kebunrejo Dedie Suharto mengucapkan terima kasih banyak kepada tim Dokter Mengabdi Universitas Brawijaya Malang untuk Bimtek dan pelatihan serta alat yang diberikan kepada UMKM di wilayahnya.

“Harapan kami, apa yang telah diberikan agar bisa dimanfaatkan dan dikembangkan, “ungkap Dedie.
Dokter mengabdi merupakan program strategis pemberdayaan masyarakat untuk bisa meningkatkan kinerja pelaku UKM atau masyarakat produktif dengan produksi lokal yang dimiliki bisa meningkatkan daya saing. Menurut Dr. Siti Asmaul Mustaniroh, STP, MP ketua tim, kegiatan yang dilakukan Dokter Mengabdi Universittas Brawijaya Malang antara lain Diseminasi Ahli Tekhnologi untuk diimplementasikan ke UKM, dalam hal ini mesin grinder olah kopi dan sharepless baglog jamur tiram.
“Kita juga melakukan fasilitasi bimbingan teknis dan pendampingan teknologi dan managemen pelaku usaha sehingga bisa meningkatkan produksi dan kelembagaannya, ”jelasnga
Kegiatan yang dimulai tahun 2017 di Desa Andongrejo Jember, Sarongan, Kandangan dan Kebunrejo ini, lanjut Dr. Asmaul, yang sudah bekerja sama dengan Taman Nasional Meru Betiri merupakan desa penyangga. Tujuannya meliputi 3 (tiga) aspek, yaitu ekonomi, lingkungan dan lembaga.
“Harapan kami, UKM atau masyarakat bisa meningkatkan kinerja dan daya saing dengan memanfaatkan potensi bahan lokal sehingga akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat itu sendiri, ”pungkasnya. (Abe)


Komentar