oleh

KOMUNITAS “KOPAT” MERAYAKAN HARI JADI YANG PERTAMA

Dengan penuh keceriaan walau diterpa hujan, hari ini Selasa 05 Oktober 2021 anggota Komunitas Osing Pelestari Adat Tradisi (KOPAT) merayakan hari jadinya yang pertama. Perayaan diselenggarakan secara sederhana dengan tetap mematuhi Protokol Kesehatan seperti anjuran Pemerintah, tamu undangan dibatasi dan mencuci tangan sebelum memasuki arena perayaan dan memakai masker.

Perayaan Ulang tahun dilaksanakan di basecamp “Kopat” di  dusun Dukuh Talun jeruk desa/kecamatan Glagah kabupaten Banyuwangi, dimulai pukul 16.00 wib.

20211005_161830

Acara dibuka dengan sambutan Ketua “Kopat” Wowok Meirianto yang sekaligus sebagai owner Waroeng Kemarang dalam sambutannya  mengajak kepada seluruh anggota Kopat untuk selalu kompak, serta memikirkan tentang apa yang menjadi kekurangan basecamp selama ini. Lebih lanjut Wowok menegaskan.

“Kopat yang merupakan suatu organisasi, berkomitmen akan mendukung program Pemerintah yaitu membangun di bidang budaya dan pariwisata, “tutur Wowok.

Perayaan Ulang tahun Kopat yang pertama ini dihadiri oleh Kepala desa Glagah Slamet Priyo Widodo yang sengaja datang sebelum acara dimulai, Kepala desa Tamansuruh Teguh Eko Rahadi SAB, perwakilan Dewan Kesenian Blambangan Banyuwangi, Perwakilan Forum Pembauran Kebangsaan, Kolase (Konco Lawas Sehat) Banyuwangi, Mahasiswa IKIP PGRI Banyuwangi jurusan sejarah, Subari Sofyan dari Sanggar tari Sayu gringsing, Selamet menur dari Sanggar tari dan Angklung soren serta beberapa awak media cetak dan online.

20211005_161754

Diusia yang masih setahun ini, Kopat telah banyak melakukan perannya sebagai komunitas yang peduli terhadap pelestarian adat dan budaya khususnya adat budaya wong osing. Hal ini dilakukan agar warisan adat dan budaya yang ditinggalkan oleh nenek moyang tidak punah dalam kemajuan digitalisasi yang dapat dengan cepat mempengaruhi pola pikir anak anak muda yang hidup dijaman ini.
Kopat bukanlah sekedar Komunitas tempat berkumpulnya para budayawan yang tidak mempunyai tujuan pasti, tetapi Kopat dengan ketajaman siungnya serta panca indranya telah banyak mengambil peran dalam memberikan segala hal yang positif untuk masyarakat Banyuwangi. Untuk mencapai tujuan mulya ini, maka semua anggota Kopat wajib menanamkan kesadaran diri akan pentingnya memperkuat rasa solidaritas sesama anggota.

Dalam perjalanan setahun ini, banyak aktivitas yang telah dilakukan Kopat untuk melestarikan adat tradisi yang ada di masyarakat. Contoh diantaranya adalah Kopat berperan aktif menguri nguri budaya leluhur kelurahan Singonegaran Kecamatan Banyuwangi yaitu memandikan Gandrung yang masih status lajang, perayaan adat ini dikemas dengan tajuk festival serabi sewu. Kegiatan Kopat yang lain adalah  upacara adat Selamatan sawah, Mudun lemah, Suroan, Gelar pitu (syawalan), serta banyak lagi kegiatan adat lainnya.

Diakhir acara perayaan Ulang tahun yang pertama, ditutup dengan do’a yang dipimpin oleh sesepuh dan pendiri Kopat Sanusi Marheidi dilanjut dengan Selamatan nasi tumpeng serakat dan diiringi alunan angklung yang membawakan lagu lagu Banyuwangian tempo dulu. (Hariyanto)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *