oleh

Hakikat Islam dan Radikalisime” dalam Acara SOBAT (Sore Bina Aklakh dan Taqwa)

Acara yang diselenggarakan SMP IT Al Uswah dalam upaya untuk membekali siswa siswi dalam ilmu agama dan social. Acara yang bertemakan “Hakikat Islam dan Tadikalisme” diselenggarakan setelah zuhur dan diawali dengan tilawah Alquran adalah upaya sekolah untuk mendidik kebiasaan beribadah dan pembekalan keilmuan tentang bagaimana menghadapi perkembangan pola fikir sebagaian masyarakat yang terkadang mulai bertindak sendiri tanpa arah, yang bisa mengganggu ketentraman bernegara Senin (18/10/2021)

Dan sesuai dengan pernyataan Mendikbud Nadiem Makarin tentang tiga dosa di sekolah yang salah satunya adalah tentang radikalisme. Pembekalan sejak dini tentang bernegara yang berasaskan agama harus sering dilakukan sebagai upaya pencegahan doktrin doktrin yang berbau radikalisme juga agar tidak apatis terhadap identitas agama yang sering di tuduhkan sebagai ciri dari radikalisme karena kurangnya keilmuan dalam agama, yang terkadang banyak orang berpendapat bahwa beragama itu hanya masalah ibadah rutinitas saja padahal agama mencakup seluruh aspek kehidupan global.

IMG-20211018-WA0146

Minimnya pengetahuan mendalam tentang ajaran islam dan hakikatnya bisa mudah terdoktrin dengan pemahaman radikalisme
Islam adalah agama yang Allah turunkan sebagai rahmat untuk seluruh alam, sebagai mana Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam surat Al Anbiya’ ayat 107. “Dan tidaklah kami mengutusmu wahai Muhammad kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam”.

Islam adalah agama yang tidak hanya mengatur hubungan baik yang prosedural antara manusia dengan Tuhannya yang disebut hablum minallah namun juga membimbing hubungan antara manusia dengan manusia yang disebut hablumminannas agar menjadi lebih baik.

IMG-20211018-WA0149

Acara yang dilaksanakan pada hari senin bagi akwat (siswi) dan kamis bagi yang ikwan (laki-laki) bertujuan juga bertujuan membiasakan ibadah puasa sunnah senin dan kamis agar menjadi generasi yang sholih sehat dan berkarakter. SOBAT dimulai setelah zuhur diisi dengan tilawah Al-qur’an perkelompok kemudian dilanjutkan sholat asar dan pembacaan zikir al ma’surah sebagai zikir pagi petang rutin tiap hari dan dilanjutkan dengan pemaparan materi sampai menjelang magrib dan setelah magrib berbuka bersama seluruh siswa dan siswi dan juga para asatidz dan penjemputan setelah isya’ bertujuan untuk meningkatkan taraf berfikir siswa agar tidak apatis dengan isu-isu yang berkembang.(Basuki)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *