oleh

PUSKESMAS SINGOTRUNAN GENJOT VAKSINASI MENUJU BANYUWANGI LEVEL 1

Puskesmas Singotrunan berpacu menuju Banyuwangi level 1 dengan melakukan vaksinasi kepada warga khususnya yang telah lanjut usia, sebab faktor ini menjadi salah satu sebab penghambat Banyuwangi turun dari level 1 menjadi level 2 di Propinsi Jawa Timur.

“Sebenarnya Banyuwangi secara umum sudah sampai batasnya 70 persen, cuma persoalan kita adalah para lansia yang baru divaksin pertama dan kedua sangat jauh dari target yaitu hanya 36 persen vaksin pertama dan 22 persen vaksin ke dua. Oleh karenanya Kita berpacu dengan waktu yang masih tersedia untuk memvaksin para lansia agar mereka bersedia mendapatkan vaksin. Jadi artinya indikator-indikator yang lain sudah bagus dan bahkan termasuk faktor penularan sudah turun,” ujar Wawan Prayitno, S.Kep selaku Kepala Puskesmas Singotrunan Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi saat di wawancara Jurnalnews. Com (Jumat legi 22/10/2021).

IMG-20211022-WA0049

Lebih lanjut Wawan mengatakan
“Untuk yang kesekian kalinya kami bekerja sama dengan pihak Rukun Tetangga untuk mendata warganya yang belum divaksin khususnya yang warga yang lanjut usia (Lansia), “ungkapnya.

Untuk di Kelurahan Singotrunan hari ini diselenggarakan Vaksinasi di dua tempat yaitu di Puskesmas Singotrunan dan di RT 0l RW 01 lingkungan Singowignyo.

Adapun Wilayah kerja Puskesmas Singotrunan meliputi 7 Kelurahan diantaranya Kelurahan Singotrunan, Kelurahan Pengantigan, Kelurahan Singonegaran, Kelurahan Lateng, Kelurahan Temenggungan, Kelurahan Kampung Melayu dan Kelurahan Kampung Mandar. Lanjut Wawan : “Mereka sudah melakukan survey dari rumah rumah warga nya, dari situ mestinya sudah dapat data lansia. Jadi dari data itu kita harapkan bisa tahu realnya jumlah lansianya, berapa yang sudah divaksin dan berapa yang belum divaksin, ” katanya.

Ia juga mengatakan “Data lansia yang sudah didapatkan akan dicocokkan dengan data yang ada di kantor Kecamatan Banyuwangi untuk selajutnya dikonfirmasi keakuratannya di Kantor Kependudukan Kabupaten Banyuwangi sehingga bisa menjadi satu persepsi, ” ujarnya.

Lebih lanjut menurut Artin Selaku Koordinator Imunisasi Puskesmas Singotrunan mengatakan bahwa : “Ditiap tiap Kelurahan yang banyak warganya belum divaksin, maka didirikan pos pos vaksinasi, gunanya adalah untuk menghindari kerumunan dan juga untuk memberikan kemudahan bagi warga untuk mendapatkan vaksin karena jarak rumah mereka yang jauh dari Puskesmas Singotrunan, ” cetusnya.

Ditambahkan dosis vaksin covid-19 merk Astra zaneca maupun Sinovak yang telah divaksikkan ke Masyarakat.baik vaksin pertama dan ke dua sampai tanggal 15/10/2021 berjumlah 3.982 dosis. Untuk mengejar 70 persen dari total sasaran masyarakat sampai akhir tahun 2021, Puskesmas Singotrunan masih membutuhkan vaksin sekitar ribuan dosis lagi dengan tenaga kesehatan yang bertugas sangat minim yaitu 20 orang.
(Hariyanto)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *