oleh

Hasil Agribisnis Kacang Tanah Desa Olehsari Kecamatan Glagah Dipasarkan sampai ke Bali

Desa Olehsari Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi adalah sebuah desa yang saat ini  telah sukses mengembangkan agrobisnis yaitu kacang tanah, dimana kacang tanah ini telah membawa masyarakat Dusun Krajan desa Olehsari secara turun-temurun dari sejak zaman dahulu telah memberikan kontribusi dalam mensejahterakan masyarakatnya.

Menurut kepala Dusun Krajan Desa Olehsari Sunardi bahwa di Desa Olehsari terutama Dusun Krajan telah lama mengembangkan kacang tanah  sejak turun-temurun dari leluhur mereka. Mereka menanam kacang tanah di sawahnya masing-masing, kemudian memanennya membersihkannya sendiri, kemudian menguntingnya, merebusnya, dan menjualnya sendiri baik di tingkat lokal yaitu di daerah Banyuwangi sendiri bahkan sampai ke Bali.

“Apabila kita pernah berkunjung ke Bali melihat orang menjual kacang tanah rebus untingan dengan membawa  pikulan/cingkek/jolang maka tidak salah lagi itulah orang Olehsari Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi. Bahkan kalau di Bali sendiri mulai dari Gilimanuk sampai Bedugul, Denpasar, Ubud bahkan daerah Bali lainnya, “ujar Sunardi saat ditemui pada Jumat (3/12/2021)

20211203_154130

Sunardi menambahkan kacang tanah ini sekarang bukan hanya dijual dengan untingan atau kacang rebus saja, tapi oleh orang Olehsari sekarang sudah diproses dalam bentuk lain seperti kacang sangrai terus kemudian kacang sambal, dibuat kue kacang dan olahan lainnya.

“Sampai terkenalnya kacang tanah yang diproses oleh warga Dusun Krajan olehsari ini sehingga sudah terkenal kemana-mana bahkan tim dari Universitas Indonesia datang untuk melakukan pembinaan kepada  para pelaku agribisnis kacang tanah di Olehsari mulai dari proses produksi, pengolahan, pengemasan, dan  pemasarannya, “kata Sunardi.

20211203_154727

Salah satu warga yang telah sukses mengembangkan kacang tanah ini adalah keluarga Pak Suko. Beliau menanam sendiri kacang tanah di sawahnya, memanennya, membersihkannnya, mengikat, dan merebusnya bersama keluarganya.

20211203_155500

“Kacang kita tanam sendiri, panen, membersihkan, menguntingnya, dan Kita rebus sendiri dengan diberi garam dan belimbing wuluh biar bersih, juga kacang bisa tahan sampai tiga hari tidak basi, “kata Suko.(AM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *