Komunitas Gotong Royong ’45 bertempat di hall Blambangan Santika Hotel Banyuwangi telah menggelar event lokakarya Lokakarya Jurnalis Warga Melalui Media Sosial Berbasis Komunitas Yang Berjiwa Sosialpreneur.
Lokakarya tersebut dihadiri oleh pejabat Kabupaten Banyuwangi, seperti bapak Dwi Yanto mewakili Sekda Banyuwangi, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan ibu Nanin, DPRD Banyuwangi bapak Moh. Basir, serta peserta lokakarya utusan dari berbagai komunitas sahabat, JRKBI Jawa Timur, dan berbagai LSM, guru dan PKBM di Banyuwangi yang jumlah pesertanya mencapai 125 orang sangat antusias dan merasa puas dengan event ini.

Acara yang luar biasa menarik ini mengangkat tema yang sedang dibutuhkan oleh banyak orang sebagai langkah gerak cepat tanggap terhadap setiap situasi yang sedang terjadi di masyarakat saat ini
Drs. H. Dwi Yanto, MM Asisten Sekda menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada komunitas Gotong royong ’45 dengan adanya event yang digelar secara inklusif melibatkan seluruh unsur warga, termasuk warga Difable, pelaku usaha mikro, guru ngaji dan seniman.
“Saya merasa sangat terharu melihat para peserta yang hadir disini terdiri dari beragam unsur,” ujar Dwi dengan empati membayangkan andai banyak LSM yang simpatik seperti Gotong-royong”45

“Kegiatan ini agar cerdas dan bijak menyebar berita yang benar-benar akurat dari tempat masing-masing serta branding usaha rumahannya. Harus ada karya usaha lokal. Ini adalah jurnalis warga, dan setiap warga harus mulai cerdas dan tanggap, ” lanjut mantan guru bahasa Jawa yang pernah jadi Plt Kadispendik dan Bakesbangpol ini saat membuka acara pada Minggu, (26/12/2021) juga sekaligus membuka kegiatan ini.
Sementara anggota DPRD H. Basir Khadim, S.Ag. menyampaikan paparan singkatnya khususnya untuk para pelaku UMKM agar bisa meningkatkan omzet penjualan, UMKM sudah harus berani berbenah menggali potensi dengan media sosial dan menggunakan digital marketing dengan cerdas.
“Sekali lagi harus cerdas layaknya abu nawas, ” ungkap pengusaha alumni Pondok Sukorejo Asembagus ini yang diangguki sambil senyum oleh Kadiskop, Usaha mikro & perdagangan Hj. RR. Nanin Oktaviantie, S.Sos, M.Si serta Kabag Kesra HM. Lukman, S.Sos, M.Si.
Selesai sambutan kemudian pemberian cindera mata oleh UMKM kepada para pejabat, juga beberapa buku sejarah Banyuwangi dan majalah Keboundha kepada para pejabat Kabupaten Banyuwangi tersebut sebelum meninggalkan tempat acara.
Agus Wahyu Nuryadi yang akrab dipanggil dengan sebutan Bung Aguk, selaku ketua komunitas Gotong royong ’45 Banyuwangi menyampaikan tujuan diadakan lokakarya ini adalah untuk menyiapkan generasi penerus yang terus maju, berjiwa sosialpreuneur, inovatif, serta tanggap situasi dan melek tekhnologi yang terus berkembang dari masa ke masa.
Lokakarya yang berlangsung dengan gayeng dan para peserta terlihat sangat puas dengan kegiatan ini. Seperti yang disampaikan oleh Nurhidayati saat dimintai testimoni, sesi mana yang paling berkesan dari serangkaian kegiatan ini, Nurhidayati menyampaikan semua berkesan.
“Saya tidak bisa memilih mana yang lebih baik, karena saya merasakan semua baik dan luar biasa, “ungkap wanita bersahaja yang juga seorang guru pengajar PKBM di Muncar yang memiliki produk abon lemuru, ikan khas Banyuwangi yang memiliki protein tinggi ini.
“Saya berharap ilmu menulis ini jangan terhenti di sore hari ini saja, tapi saya ingin ada bimbingan di lapangan setelah hari ini, karena ini sangat menarik. Menulis itu mudah setelah kita mengetahui rumusnya, yaitu 5W, 1H, ” tandasnya menirukan paparan di slide narasumber Yami Wahyono. Narasumber lain ada Ahmad Masduki, S.P, M.Pd. tentang website dan housting, youtuber Hadi Purwanto berbagi pengalaman sebagai host podcast, mengenai design markerting dan aplikasinya dipraktekkan Fendi Felani serta ada refleksi sadar diri dan restu ibu direnungkan bareng Yeti Chotimah, M.Arts.(Zhie)


Komentar