Di Jl. Diponegoro 168 Semarapura, komplek Ruko yang berusia hampir satu abad berisi segala macam merk busana terkenal dengan Toko Victory Fashion, di kawasan jantung kota Semarapura diapit oleh tempat bersejarah di Klungkung yaitu: Kertagosa/musium di depan kantor Bupati Klungkung barat bundaran patung catus/ catur muka, di timurnya ruko Kampung Muslim lebah, diutaranya Pasar Senggol, diselatannya terletak kampung Jawa.
Tepat tahun kemerdekaan bangsa Indonesia th. 1945, 76 th yang lalu telah lahir warga keturunan India yang dikenal dengan nama akrab Hj. Aminah Amalia/ Ben Aminah. Mungkin warga Klungkung asli sudah tidak asing dengan nama ini, beliau akrab disapa dengan Mami/ Mama Anna, untuk teman dan kerabat akrabnya, juga disebut Sakuntala bagi komunitas breaker yang aktif, terakhir juga aktif di dunia maya merambah ke Utube. Gaya yang humble, dan kocak, cenderung suka menyenangkan orang lain dengan semua keahliannya, sampai ke urusan kuliner pun dikuasainya, zamboza, kopi, teh tarik, roti canai, gulab jamoon, dzall, kari india, soto daging, nasi kebuli, halwa dll.

Senyum sapa dan suara keras tawanya masih jadi ciri khas jika bertemu dengan siapapun. Ketegasan dan kedisiplinan juga tampak dari giat seharinya yang akan keluar jika ada anak buah/ pegawai lalai dalam memberikan 4- S (Senyum, Sapa, Sopan, Santun) pada pelanggan toko dan para sales baju yang mampir ke tokonya.
Ika, Jumaiyah, Hartini, Ketut, hanya sebagian dari karyawan yang pernah dan ikut bekerja di toko Victory. Semua melewati proses penyesuaian dengan tuan majikan yang unik ini.
Sebut saja Hj. Latifah, ART asal Banyuwangi yang sudah mendedikasikan hidupnya selama 35 th dengan Hj. Aminah merasa beruntung mendapat figur pemimpin dan ibu baginya. Hampir seluruh hidupnya mendampingi almarhum yang telah berpulang di hari Minggu, tgl 26-12-2021 di RS. Surya Husada Sanglah Denpasar. Komplikasi dan usia yang menyebabkannya yang bertubuh tergolong subur ini, menghentikan usahanya berjuang mengalahkan sakit yang dideritanya. Setelah ikhtiyar dengan pengobatan mata, sebulan lalu di RS. Jakarta, dan sempat droup tensinya dan sesak nafas karena cairan diparu-paru dan jantungnya, menyebabkan komplikasi diorgan vital tubuhnya, karena beliau juga pengidap diabetes melitus.

“Kebaikan dan jasa beliau mendidik saya dan melindungi semua keluarga besar saya mulai anak, cucu, menantu, keponakan dan bahkan warga desa saya di Banyuwangi ikut merasakan kehilangannya. Semua apa yang telah dilakukan Mami selama masa hidup beliau pasti dikenang dan terkenang ,karena beliau orang yang dermawan suka menolong dan juga tidak pilih- pilih dengan siapa saja, “ungkapnya.
Hj. Latifah juga bercerita kalau dirinya bisa melihat sisi lain dunia ini ( spiritual, ekonomi, edukasi) berkat majikan yang sudah dianggap ibunya sendiri, kemanjaan beliau dimasa akhir hidupnya, tidak mau ditinggal, makan disuapi, minta selalu didoakan dan selalu minta maaf pada siapa saja terutama seluruh keluarga dan sahabat serta orang yang dikenalnya, masih tergambar jelas dipelupuk mata begitu jelasnya.
“Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah, perbahasa itu mungkin yang tepat jika diterapkan pada sikap mamy terhadap saya yang sangat protek urusan dunia untuk hidup saya, “jelas Hj. Latifah menerawang kembali dengan mata berkaca-kaca.

Tepat peringatan 7 hari Hj. Aminah Amalia Sabtu, 01-01-2022 seluruh keluarga besar Indianya ( toko Hamid, Ganefo, Victory , Iswara, Ikawangi Dewata, MT Al Hikmah) Semua ikut berdoa tahlil mendoakan almarhumah agar dapat tempat kembali yang tepat disisi Allah SWT.
Sekitar 100 orang yang mengikuti doa yasin tahlil dipimpin pengurus Iswara dan Ikawangi juga MT Al Hikma, dengan khidmat mengawali dan mengakhiri acara dari jam 19.30-21.00 WITA Allohuma Sholi Wassalim Alla. Allohuma firlaha warhamha waafihi wafuanha. Semoga Hj. Aminah Amalia bahagia ditempatnya. Amiin
Dari Klungkung -Semarapura (Ambarwati Soenarko).


Komentar