Waroeng Kemarang yang berlokasi di KM 5 Desa Tamansuruh Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi-Jatim
menggelar Lauching Traditional Cuisine and Dance yang tujuannya adalah untuk turut mengangkat pesona wisata kuliner di Banyuwangi hari ini Kamis (10/02/2022). Persembahkan malam ini diawali tepat pukul 19.00 dengan menyantap berbagai makanan tradisional (cuisine), kemudian dilanjut arak arakan (parade) barong dari Rumah adat menuju panggung Omprog Gandrung.
Tamu undangan sangat antusias menikmati hiburan yang di antaranya penampilan seni gadogan yang dimainkan oleh empat dara cantik dari sanggar seni Kemarang, setelah itu ada penampilan seni tari Belendrong (yang biasa ditarikan dalam hiburan angklung caruk) kemuian berturut turut ditampilkan seni tari Jejer gandrung jaran dawuk, seni tari Kuntulan (Rodat Si’iran), tari Jaran Goyang, tari Jejer gandrung Kembang menur, tari Gadog musik Serampat ditutup dengan tari Paju gandrung dengan mengajak para tamu undangan.

Menurut Wowok Meirianto selaku owner Waroeng Kemarang mengatakan
“Persembahan dalam launching ini adalah untuk melestarikan budaya Banyuwangi yang hampir terlupakan oleh kemajuan jaman, dalam satu paket Cuisine and dance para tamu diberi waktu 60 menit untuk makan dan 60 menit untuk menikmati hiburan, “jelasnya.
Dwi Chryssantien (istri owner) turut menjelaskan bahwa “Menu makanan dalam paket Cuisine and dance yang dipersembahkan oleh Waroeng Kemarang, ada berbagai macam diantaranya masakan Uyah asem ayam kampung, Lucu (kecumbrang), Pecel pitik (ayam) kampung, Kesrut, Rujak soto, Sego tempong, dan berbagai minuman tradisional dan jajanan khas osing, ” katanya.
Wowok menambahkan “Tampilan kesenian tari yang dikemas dalam paket Cuisine and dance dikemas dalam waktu 60 menit dengan melibatkan 15 orang penari dan panjak (penabuh) yang mampu mempersembahkan 10 jenis atraksi tarian, satu paket diperuntukkan minimal 50 orang tamu dan makanannya dibandrol dengan harga variatif antara Rp 40.000,- sampai Rp 75.000,00, ” tambahnya.

Turut hadir dalam acara ini antara lain Ketua dan anggota Dewan Kesenian Banyuwangi, Komunitas Osing Pelestari Adat Tradisi (KOPAT), Perwakilan keluarga mbah buyut Semi (Gandrung perempuan pertama di Banyuwangi), para tour laider dan awak media on line dan cetak.
Waroeng Kemarang berusaha untuk tetap setia pada misinya dalam menghidupkan kembali seni tradisional (menguru uri), jiwa, dan romansa Banyuwangi. Maka dari itu, waroeng Kemarang mempersembahkan produc yang jitu” ucap Wowok Meirianto yang didampingi ibu Ririt (panggilan ibu Dwi Chryssantien). Menurut Sajidi (pelatih seni tari Laras wangi Glagah) mengatakan : “Tari tradisional Banyuwangi, masing-masing tarian menceriterakan sejarah yang unik, misalnya tari Jaran goyang tercipta dan menceriterakan seorang pemuda yang mendapat penolakan cintanya dari seorang gadis, karena tidak mau cintanya bertepuk sebelah tangan, maka pemuda ini lalu menggunakan aji aji (santet) agar si gadis mau menerima cintanya. mendapat sambutan cintanya, akhirnya pemuda dan pemudi ini menari dengan anggun ditemani alunan musik angklung khas suku Osing Banyuwangi.
Tari Jejer Gandrung sering dipentaskan sebagai pembuka untuk menyambut tamu. Adapun Tari Jejer Gandrung merupakan gambaran perempuan suku Osing dalam keramahannya menyambut kedatangan tamu.
Acara Launching yang awal mula dibuka oleh Wowok, menjelaskan maksud dan tujuan product baru waroeng Kemarang “Cuisine and dance” serta diselingi juga acara tanya tanya jawab dari para tamu dan para tour laider seputaran new produc waroeng Kemarang.
Waroeng Kemarang adalah waroeng kuliner pemenang penghargaan “East Java Tourism Award 2021” dari Gubernur Jawa Timur Kofifah Indarparawangsa. Waroeng Kemarang penuh Koleksi barang-barang seni yang menghiasi setiap sudut waroeng sehingga tercipta suasana yang menggambarkan kekentalan tradisi suku Osing yang kaya akan budaya dan tradisinya. Pondok pondok juga banyak bertebar di tengah sawah yang berjumalah 40 unit, 3 unit rumah adat vvip dan hall rumah adat yang mampu menampung 400 orang tamu, seakan tamu merasakan suasana pedesaan yang asri.
Waroeng Kemarang memadukan romatisme budaya adat tradisi dengan kecanggihan tehnologi yang kini berkembang di tengah masyarakat. Silahkan anda datang dan pasti ingin kembali. (Hariyanto)


Komentar