Komunitas Osing Pelestari Adat Tradisi (KOPAT) Banyuwangi kedatangan tamu istimewa Yami Wahyono mantan wartawan senior Harian Surya, Sabtu (12/03/2022).
Kedatangannya disambut di Waroeng Kemarang Express yang beralamat di barat perempatan Cungking Kelurahan Mojopanggung Kecamatan Giri Kabupaten Banyuwangi-Jatim. Kang Aguk selaku moderator gesah dengan tema “Gesah Isuk Golek Mathuk” mengatakan dalam kata pengantarnya.
“Semoga acara gesah ini dapat bermanfaat bagi Kopat, karena banyak ilmu dan pengalaman Bung Yami yang akan ditularkan dalam acara gesah ini, “kata Aguk.

Sebelum acara berlanjut, Kang Sanusi Marhaedi memimpin do’a memohon kepadaNya agar para jurnalis mendapatkan kesehatan dan keselamatan dalam bertugas serta para Budayawan Banyuwangi diberi kekuatan untuk membantu Pemerintah Daerah dalam membangun Banyuwangi ke depan.
Yami Wahyono berharap kegiatan KOPAT diperluas tidak hanya adat budaya dan Pertanian yang berkaitan erat dengan budaya, tetapi juga di dunia Jurnalis” katanya. Lebih lanjut Bung Yami mengatakan wartawan adalah pembuat Sejarah yang sangat berperan aktif dalam membangun suatu negara, oleh karenanya saya berkeinginan agar KOPAT mampu mencetak Jurnalis-jurnalis handal yang nulisnya tidak secara sembarangan. Selain itu Bung Yami juga mengatakan :
“Wartawan itu adalah sebuah alat yakni sebagai alat pendidikan bagi masyarakat, sebagai alat untuk hiburan dan sebagai alat kontrol yang bersifat tidak extrim, ” cetusnya.

Acara dilanjut dengan tanya jawab seputar Adat budaya, pertanian dan jurnalistik.
Kopat Gesah Budaya, Jurnalis dan Pertanian Berkelanjutan
Komunitas Osing Pelestari Adat Trasidi (KOPAT) Banyuwangi kedatangan tamu istimewa Yami Wahyono mantan wartawan senior Harian Surya dan Bali Post, Sabtu (12/03/2022), kedatangannya disambut di Waroeng Kemarang Express barat perempatan Cungking Kelurahan Mojopanggung Kecamatan Giri – Banyuwangi. Kang Aguk selaku moderator gesah dengan tema “Gesah Isuk Golek Mathuk” mengatakan dalam kata pengantarnya “Semoga acara gesah ini dapat bermanfaat bagi Kopat, karena banyak ilmu dan pengalaman Bung Yami yang akan ditularkan dalam acara gesah ini, “katanya.
Sebelum acara berlanjut, Kang Sanusi Marhaedi memimpin do’a memohon kepadaNya agar para jurnalis mendapatkan kesehatan dan keselamatan dalam bertugas serta para budayawan diberi kekuatan untuk membantu Pemerintah Daerah dalam membangun Banyuwangi ke depan.

“Saya berharap kegiatan KOPAT diperluas tidak hanya adat budaya dan Pertanian yang berkaitan erat dengan budaya, tetapi juga di dunia Jurnalis, ” katanya.
Lebih lanjut Bung Yami mengatakan : “Wartawan adalah pembuat Sejarah yang sangat berperan aktif dalam membangun suatu negara, oleh karenanya wartawan nulisnya jangan sembarangan yang bisa membuat keadaan tidak kondusif. Wartawan adalah juga berfungsi sebagai alat pendidikan untuk masyarakat dan juga sebagai alat hihuran serta sebagai alat kontrol tetapi tidak boleh terlalu ektrim, ” Cetusnya.
Acara ini diisi pula dengan tanya jawab seputar adat budaya Osing, Pertanian dan dunia Jurnalis. Dalam penutupan Gesah isuk golek mathuk, Wowok Meirianto selaku Ketua KOPAT menyampaikan cuplikan dari Buku “The Power of Silaturahim” karangan Aqua Dwipayana, bahwa : “Silaturahim yang berarti menjalin hubungan dalam makna yang lebih luas dengan penuh kasih sayang, antar saudara, antar teman, antar sahabat, secara iklas dan sukarela, akan menyalurkan rejeki baik dalam bentuk materi seperti kekayaan bendawi, dan juga non materi seperti kesehatan, kebahagiaan, kepuasan, rasa syukur dan lain sebagainya, ” tutur Wowok. (Hariyanto)


Komentar