oleh

RITUAL ADAT MANDi DARAH / KOLOAN MASYARAKAT OSING

Menjelang usia akil balig (masa puber) anak laki laki yang hidup di masyarakat suku Osing pasti melakukan kegiatan ritual adat tradisi yaitu Mandi darah / Koloan (Khitanan). Pelaksanaan upacara Mandi darah /Koloan (khitan) yang diselenggarakan masyarakat adat suku Osing mempunyai ciri dan kebiasaan yang berbeda-beda di setiap desa. Salah satunya yang diselenggarakan oleh masyarakat Osing yang ada di dukuh Talun Jeruk dusun Kampung Baru desa / kecamatan Glagah kabupaten Banyuwangi-Jatim (Minggu 22/05/2022). Nama yang dikhitan pada hari ini adalah Tito anak dari pasangan Bapak Hariyanto dan Ibu Mujiati.

Rangkaian upacara masyarakat suku Osing yang tinggal disini diawali dengan melakukan jiarah ke makam para sesepuh dan makam kekuarganya. Setelah usai melakukan jiarah, lalu diadakan selamatan Tumpeng Pecel dengan mengundang kerabat dan para tetangga.
Pada hari H pelaksanaan, si anak yang akan dikhitan wajib melakukan ritual adat tradisi yaitu “Mandi darah/Koloan”. Persiapan yang dilakukan oleh tokoh adat Osing adalah terlenih dahulu mempersiapkan Ubo rampenya yang terdiri dari : makam kekuarganya. Setelah usai melakukan jiarah, lalu diadakan selamatan Tumpeng Pecel dengan mengundang kerabat dan para tetangga.

IMG-20220523-WA0025

Pada hari H pelaksanaan, si anak yang akan dikhitan wajib melakukan ritual adat tradisi yaitu “Mandi darah/Koloan”. Persiapan yang dilakukan oleh tokoh adat Osing adalah terlenih dahulu mempersiapkan Ubo rampenya yang terdiri dari : sungkeman kepada kedua orang tuanya dan kepada orang orang yang rewang (orang yang Membantu memasak makanan di dapur).

Setelah itu si anak yang akan dikhitan dimandikan dengan harapan mereka supaya bersih dari dosa dosanya. Sebelum acara khitan dimulai, sesepuh tokoh adat Osing membacakan do’a dan membajar kemenyan serta menyipkan Ubo rampe yang terdiri dari :
1. Air pitung rupo(7 rupa)
2. Air sekar setaman
3. Ayam jantan berbulu merah
4. Bedak
5. Sisir
6. Baju

IMG-20220523-WA0023

Si anak yang mau di khitan didudukkan dihalaman rumahnya, lalu oleh tokoh adat Osing anak tersebut disisiri rambutnya, dibedaki , dan dibakari menyan serta dimandikan dengan darah segar dengan cara memotong ayam jantan yang telah dipersiapkan, sedang darahnya dilumurkan ke tubuh anak yang akan dikhitan. Setelah prosesi ini dilalui, lalu dilanjutkan dengan prosesi Mandi biasa dengan air pitung rupo (tujuh warna) dan air sekar setaman (air kembang). Prosesi berikutnya adalah
sungkeman kepada kedua orang tuanya dan kepada orang orang yang rewang (orang yang Membantu memasak makanan di dapur). Sebelum acara khitan Dimulai, sesepuh tokoh adat Osing membacakan do’a untuk keselamatan anak yang dikhitan beserta seluruh keluarganya. Untuk melihat tayangan videonya, silahakan buka di RITUAL ADAT MANDi DARAH / KOLOAN MASYARAKAT  buka di https://youtu.be/APzi68SlVE8

(Hariyanto)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *