Suasana penuh haru mewarnai tanda tuntasnya belajar di 2021-2022.Tiga tahun murid SMPN 3 Rogojampi yang masuk kala pandemi melanda hingga belajar daring namun bisa tuntaskan ujian.
Kepala SMPN 3 Rogojampi, Hj. Rika Wulandari,SE yang jadi manager sekolah jelang Pandemi 3 tahun lalu dalam sambutannya, “Sengaja kami tidak memakai istilah perpisahan atau lepas pisah, namun tasyakuran. Karena atas berkat Rahmat Allah kita memasuki masa mengantar anak ke jenjang pendidikan lebih tinggi dengan sikon tantangan yang luar biasa. Walau jarang ketemu, kami tidak ingin berpisah, karena kalian sudah menjadi bagian dari kami, ” tuturnya yang disambut beragam ekpresi mulai tepuk tangan, tersenyum hingga tetes air mata dari 6 kelas seraya penuh bangga dikalungi medali gordon berlogo almamater. Termasuk emak-apak yang hadir dan turut emosi selama anak belajar di rumah.
Lanjut Bu Rika, “Walau kalian nanti ke sekolah yang beda dan profesi berbeda saat terjun ke masyarakat, hendaknya tetap sabar, optimis positif serta tangguh menghadapi Indonesia Emas 2045, ” pesannya disambung dengan menyanyikan lagu Indonesia Jaya yang lirik akhirnya dirubah menjadi Sempega Jaya.
Ketua Komite, Ir. Isnain yang spontan nyanyi Kisah Kasih di Sekolah diiringi Bathara Band yang terdiri dari guru dan TU, sengaja menyiapkan diri selama dua minggu berlatih setiap usai sekolah. Ketua komite Ir. Isnain mengucapkan terima kasih atas pengabdian dan perjuangan segenap pemangku kepentingan hingga anak kami tambah cerdas, trampil, berkarakter serta juga tambah tinggi badan.
” Dulu kami menyerahkan dan sekarang di kembalikan maka saya teruskan ke orangtua yang berkat partisipasi dan gotongroyongnya bisa memajukan dan memsejahterakan semua.sinergitas yang harmonis menghasilkan yang saling merangkul dan mendukung. Sekali lagi terima kasih dan mohon maaf serta jadi amal jariyah kita di akherat atas sumbangsih ilmu dan berbagi rejekinya, “ungkapnya.
Puncak acara yakni pengumuman 10 besar akademik dan 10 anak yang prestasi non akademik seperti penabuh gamelan, prestasi sastra puisi, tieater hingga atilt renang, silat, atletik dan sepakbola hingga tingkat nasional.
“Kami memang memberi ruang untuk berprestasi sesuai minat dan bakatnya, ada guru pembina dan hadirkan pelatih profesional, ” ungkap guru berprestasi Yeti Chotimah,M.Pd yang didapuk sebagai Ketua Panitia.
Kesemua siswa berprestasi akademik dan non akademik, oleh sie acara Alifiyah Nurul Laili,S.Pd yang Pembina OSIS dan Guru BK Drs.Wagiman yang pembina pramuka, diberi apresiasi berupa buket, tropy kreasi kerajinan dan buku karya guru.

“Berkesempatan foto dengan orangtua dan masuk web sekolah tentu kenangan momentum yang indah!” ungkap sie dokumentasi Rian Wahyudi. Acara yang juga diisi penampilan adik kelas berupa tari gandrung dan lagu daerah yang diiringi kempling serta puisi dan lagu yang diiringi electone yang mengharukan hingga penyanyi tidak bisa menahan matanya berkaca-kaca.Tasyakuran ini juga dipublikan lewat podcast, media online dan majalah keboundha dari Banyuwangi Sinergi Media.
Salah satu orangtuanya yang anaknya masuk 10 besar akademik dan akan masukkan anak kembarnya lewat jalur zonasi ke SMPN 3, Ustadz Abdullah Chumaidi mengaku puas dan percaya dengan sistem dan proses pendidikan di SMPN 3.para orangtua menyebut gurunya telaten bimbing hingga datang ke rumah hingga dampingi event sampai ke provinsi.
“Lewat komite dengan sinergi guru agama maupun BK, kami mau makmurkan musholla dengan beri pendadaran berkepribadian luhur.Jadi selain prestasi juga punya adab akhlaqul karimah!” tutur Ustadz yang tiap pagi pengajian via streaming ini. Sekretaris PPDB, Abdurahman, S.Pd menyampaikan pagu tahun ajaran baru 192 siswa yang sudah terisi 30 persen dari jalur prestasi. Dan sudah ada yang tanya serta titip berkas untuk tentukan pilihan pertama ke SMPN 3 untuk jalur afirmasi dan zonasi bulan Juni.
“Silahkan datang ke sekolah kami yang punya l11 ekstrakulikuler yang akan ditambah KIR dan kelas unggulan, ” tutur guru olahraga yang hobbi merawat burung dan ikan koi ini.(Bung Aguk).


Komentar