oleh

Steering Commite Yang Sukses Gelar Perhelatan Akbar Kongres SNKI ke III

Sukses penyelenggaraan Kongres III Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI) pada tanggal 20 -21 Mei 2022 di The Paseban, Kampung Budaya Sunda – Megamendung Bogor Jawa Barat, tidak lepas dari sosok Ir.H.Andi Thaswin Abdullah, yang juga tokoh nasional asal Sulawesi Selatan.Sidang Kongres dipimpin Ketua Steering Commite ( SC ) /Presidium Kongres, yang juga Wakil Ketua Umum SNKI periode 2017 – 2022, tak lepas dari kepiawaian Andi Thaswin sebagai Steering Commite dengan dibantu Sekretaris SC, Agung Guntoro Wisnu, SE sehingga Andi Thaswin lebih banyak bertugas sebagai pengarah, penasihat bahkan pengawas

dalam kegiatan Kongres yang berlangsung di Kampung Budaya Sunda -The Paseban, Megamendung Puncak-Bogor.

IMG-20220526-WA0111

Andi Thaswin sebagai penanggung jawab juga penasihat kegiatan berhasil mengendalikan proses awal hingga akhir Kongres ke-3 SNKI tersebut untuk mengadakan pemilihan Ketua Umum .
Ketua Umum SNKI periode sebelumnya, Dr. H. Fadli Zon, terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua Umum SNKI . Fadli Zon yang juga anggota DPR RI itu secara aklamasi terpilih kembali sebagai Ketua Umum SNKI 2022-2027 setelah sebelumnya memegang jabatan yang sama untuk periode lima tahun sebelumnya.

Kongres ke-3 SNKI dihadiri oleh peninjau perwakilan dari BNSP Benardo Aldo Tobing, Komisioner BNSP Koordinator Bidang Sertifikasi, M.Khuluqi Hidayatulloh, komisi PEU- MUI Pusat dan Dato Febi Bangso dari Korwil Sumatra Barat dan peserta kongres sebanyak 140 orang perwakilan Paguyuban Keris dari 15 Korwil se-Indonesia juga dihadiri Perwakilan Korwil Luar Negeri, secara aklamasi telah memilihnya kembali DR. KP. Fadli Zon Kusumohadiningrat sebagai ketua umum periode lima tahun kedepan.

Menurut Ir. H. Andi Thaswin Abdullah yang juga Wakil Direktur PINBAS MUI Pusat mengatakan bahwa kongres SNKI ini bertujuan untuk memilih Ketua Umum dan alhamdulillah Ketua Umum telah terpilih secara aklamasi.

Dia juga mengatakan bahwa Roda organisasi selama ini telah berjalan dengan baik, hal ini dibuktikan dengan antusiasme peserta untuk menghadiri kongres. Menurutnya SNKI adalah wadah untuk menjaga kearifan lokal, terutama di bidang perkerisan dan UNESCO telah memasukkan keris dalam daftar budaya non benda atau Intangible Culture Heritage.

Menurut dia, formatur kepengurusan SNKI ke depan akan memasukkan para ahli perwakilan dari berbagai daerah di Indonesia karena dalam dunia perkerisan setiap daerah memiliki keunikan masing-masing.

“Pengurus yang akan datang mewakili unsur daerah, ahli serta memiliki latar belakang keahlian perkerisan,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya ke depan pihaknya ingin lebih banyak menarik generasi muda serta kalangan perempuan dalam pengurusan SNKI karena selama ini terkesan dunia perkerisan didominasi oleh kaum pria, tambahnya.

Keris yang merupakan salah satu senjata tradisional Indonesia sangat pantas menjadi warisan agung budaya dunia.Tantangan kedepan SNKI ingin bertransformasi agar keris bisa semakin banyak diterima masyarakat Indonesia.

“Untuk itu kita akan menggiatkan kembali pameran, bursa keris, penerbitan buku, serta melakukan edukasi baik di dalam dan luar negeri,” ujarnya dalam kongres secara daring yang dipantau dari Jakarta dan diikuti oleh pemerhati perkerisan dari seluruh Indonesia.

Kegiatan Kongres diselenggarakan secara hibrid (secara daring dan luring) .Salah satu delegasi yang hadir adalah dari Paguyuban Condro Aji Nusantara Surabaya.
Menurut Haryo Herlambang dari Condro Aji Nusanrara, “Dari dulu SNKI itu netral .
SNKI tidak pernah membuat blok blok tertentu di pelestarian budaya perkerisan, ” ujar Yoyok yang juga seorang Mpu Keris

Anggota SNKI bebas dan boleh ikut di paguyuban manapun. SNKI tidak membatasi paguyuban untuk berkembang dan berafiliasi dgn organisasi apapun sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundangan yg berlaku.

“Marilah kita kembangkan budaya perkerisan untuk memperkuat budaya nasional, tanpa harus ada sekat sekat dan istilah netral atau tidak netral, “ungkap Yoyok.

Sementara menurut Akademisi Empu Basuki (Dosen ISI Solo) juga sangat mengapresiasi terpilihnya Fadli Zon untuk periode kedua kalinya , “SNKI butuh nahkoda seperti Fadli Zon
“Visi misi organisasi selama kepemimpinannya 2016-2022 ini telah berjalan dengan baik, SNKI sebagai organisasi yang penting dalam merawat dan mengembangkan kebudayaan perkerisan.
Budaya keris hidup merentang mulai dari barat hingga ke timur Nusantara. Benar-benar merupakan warisan kebudayaan yang memiliki akar jauh mewarnai sejarah peradaban nusantara.

“Keris adalah warisan kebudayaan Nusantara yang telah diakui dunia. Budaya ini harus dilestarikan,” ungkap Basuki yang juga Sekretaris Umum SNKI periode lalu yang kini sudah demosioner.

SNKI adalah wadah untuk menjaga kearifan lokal, terutama di bidang perkerisan “Selain itu dalam perkembangan industri kreatif, sudah tumbuh banyak empu muda pembuat keris yang handal, “pungkas Mpu Basuki.(Ilham Triadi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *