Aksi melukis on the spot para seniman ini mendapat respon positif dari para pecinta dan penikmat seni lukis. Mereka sengaja datang langsung untuk melihat proses dan hasil dari lukisan tersebut.
Para seniman perupa banyuwangi melakukan atraksi Lukis on the spot di Yayasan Langgar Art , Kelurahan Sobo Banyuwangi. Para perupa dengan mahirnya memainkan kuas diatas kanvas. Mereka sengaja mengambil obyek tiga orang penari Gandrung, yang merupakan ikon Bumi Blambangan, Banyuwangi.
Puluhan seniman Banyuwangi itu adalah, S. Yadi K. Windu Pamor, Sugik Laros, Handoko, Med Mandar, Achyar, Mas Alis , Kholil, Nanang, Rendra, Sukron, Nia, Taofix, Joker, Saham Sugiono , dll. Dengan lincah mereka memainkan kuas dimasing-masing kanvas, di sebuah sanggar “Langgar Art” di kelurahan Sobo kecamatan Banyuwangi, Senin (26/6/2022). Tiga model cantik duduk diam berpose tersenyum menggambarkan harapan baru sebuah kehidupan.

“Kita memiliki perasaan yang sama dengan masyarakat, “ujar Sugik Laros kepada Jurnanews (26/6/2022).
Tema Gandung kata Sugik Laros merupakan sebuah pandangan seniman untuk menggambarkan tiga gadis cantik. Gadis cantik ini berbusana gandrung.
“Makanya kita ambil tema Ikon 3 Gandrung . Obyek ini memantik Spirit bagi kacamata seniman Banyuwangi,” tambahnya.
“Sengaja kami mengambil tema Ikon 3 Gandrung sebagai budaya asli Banyuwangi. Terkait seni budaya yang erat kaitanya dengan jejak sejarah peradaban,” ujar Sugik Laros perupa, salah satu seniman tangguh di Langgar Art pimpinan Imam Maskun.
Atas dasar nilai seni tinggi seni budaya yang membuat para maestro perupa Banyuwangi mengabadikan langsung dalam moment on the spot.
Berbagai macam aliran lukisan dipraktikkan oleh puluhan seniman Banyuwangi tersebut. Diantaranya aliran realis spontan, realis eskpresif, dan realis sketsa. Untuk satu lukisan on the spot ini para seniman membutuhkan waktu sekitar dua jam.

“Saya tertarik dengan aksi on the spot lukisan seniman Banyuwangi ini. Mereka tidak habis ide pasca pandemi. Sangat bagus lukisannya,” ujar Bintoro Jalu, Bos Banyuwangi 1 TV.
Tiga penari Gandrung postur menarik itu menjadi obyek lukisan menggunakan atribut lengkap pakaian tari gandrung hingga menambah kuat suasana Langgar Art, minggu siang 26 Juni 2022
Banyuwangi dengan Ragam adat budaya dengan suku osing sebagai penduduk asli memang kental dan kuat memegang tradisinya. Gandrung adalah ikon budaya Banyuwangi yang merupakan seni tari asli suku osing yang biasa ditampilkan dalam tarian penyambutan bagi tamu-tamu yang datang berkunjung ke Banyuwangi. Itu sebagai bentuk penghormatan.
Seni Gandrung juga biasa di gelar saat acara acara ritual adat, maupun kegiatan pesta hajatan sampai dengan festival tarian gandrung bisa hadir dan tetap enak dinikmati disetiap moment.
Sejak jaman sebelum kemerdekaan hingga sekarang, Tarian Gandrung menjadi penguat identitas kebudayaan.
S. Yadi K terus memberikan semangat dan motivasi kepada seniman untuk terus berkarya.Dia bergabung melukis on the spot di Langgar Art Banyuwangi. ”Di usianya yang sudah kepala enam , S. Yadi masih menyemangati kami untuk melukis. Keinginannya memajukan seni lukis Banyuwangi tak pernah pudar,’’ ujar Imam Maskun, pemilik Langgar Art.
Diungkapkan Imam, Tema lukisan yang diusung adalah ”Ikon 3 Gandrung”. Tiga model cantik dihadirkan sebagai objek lukisan.
Kolaborasi Langgar Art dengan para pelukis kata Imam, akan terus dilakukan. Apalagi, kedatangan maestro perupa seperti S. Yadi K.”Kolaborasi dan inovasi terus dilakukan untuk menciptakan iklim berkarya yang terus tumbuh,’’ kata Imam.
(Ilham Triadi)


Komentar