Diawali dengan Kirab Budaya menampilkan Kebo- Keboan, Barong diiringi gamelan oleh Tim kesenian Waroeng Kemarang mampu menghipnotis warga sekitar Desa Tampo yang dilalui arak-arakan. Kopat terus menunjukkan konsistensinya dalam menjaga adat tradisi, salah satunya dengan meresmikan Kopat cabang Kecamatan Cluring yang diketuai oleh Solihin Kusuma.
Banyuwangi terkenal sebagai kabupaten multikultur memiliki beraneka ragam Kebudayaan, Seni, Adat dan Tradisi.
Komunitas Osing Pelestari Adat Tradisi (KOPAT), yang bertempat di dusun Talun Jeruk ( Dukuh ) Desa Glagah Kecamatan Glagah. Selaku Pendiri, Kang Usik memberikan kepercayaan kepada Wowok Meirianto sebagai Ketua Umum KOPAT.
Hal ini juga menjadikan hiburan tersendiri, sehingga warga sekitar ikut kirab membaur dengan pengurus dan anggota Kopat di wilayah Desa Tampo. Ketua Kopat, Wowok Meirianto menuturkan ”Ini merupakan semangat untuk membangkitkan seni budaya serta adat tradisi khususnya bagi masyarakat yang ada di wilayah Desa Tampo dan Wilayah Kecamatan Cluring, ” ungkapnya.

Menurutnya, upaya terus dilakukan Kopat demi untuk menjaga adat tradisi agar tetap lestari. Salah satunya Kopat menambah kantor cabangnya Di wilayah Kecamatan Cluring.
“Semoga kantor cabang ini nantinya dapat menjadi wadah untuk masyarakat yang ingin menjaga dan mengembangkan adat tradisi dan budaya, “urai Wowok.
Wowok Meirianto, Ketua Umum KOPAT, didampingi Teguh Eko Rahadi, SAB, Kepala Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, memberikan keterangan terkait Sejarah berdirinya Komunitas Osing Pelestari Adat Tradisi (KOPAT) sekaligus Penyerahan SK KOPAT Cabang Cluring Banyuwangi
“Ini sudah beberapa Tahun mengadakan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan Adat dan Tradisi Masyarakat Banyuwangi, seperti ketika Bayi Pertama kalinya diturunkan ke Tanah (Bahasa Osingnya Mudun Lemah), Perang Bangkat, ketika ada Sepasang Penganten yang baru dipertemukan sebelum Duduk di Pelaminan, Kosek Ponjen, biasanya mempelai yang bersangkutan, salah satunya Anak Bungsu, Labuh Singkal, Labuh Tandur, Labuh Gurit, Labuh Gampung dan lain sebagainnya, yang berkaitan dengan Ritual Pertanian. Namun baru Bulan November 2019, KOPAT diresmikan di Kediaman Wak Usik, selaku Pendiri di Dusun Dukuh, Desa/Kecamatan Glagah. Dan baru 2021, Legalitas KOPAT dikeluarkan,” Terang Ketua Umum KOPAT, yang juga Owner (Pemilik) Waroeng Kemarang, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi.
“Saat ini KOPAT sudah memilik Cabang di beberapa Kecamatan yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Dan Alhamdulillah, Pemkab Banyuwangi sangat mendukung dengan kegiatan-kegiatan yang digelar oleh KOPAT,” imbuhnya.

“Semoga ke depannya KOPAT bisa memiliki Cabang di setiap Kecamatan yang ada di Banyuwangi ini,” harap Wowok
Seiring dengan Kemajuan Tehnologi, beberapa Adat dan Tradisi yang ada di Kabupaten Banyuwangi sudah mulai jarang ditemui. Memperhatikan dan mengamati keadaan tersebut untuk kedua kalinya peresmian sekretariat Kopat Cabang Cluring , Senin 27-6-2022. Setelah awal bulan lalu diresmikan pula sekreatiat Kopat Cabang Blimbingsari.
Tujuannya mengembalikan, melestarikan, mempertahankan dan menyelamatkan adanya Kebudayaan, Seni, Adat dan Tradisi Kabupaten Banyuwangi.
Komunitas yang diberi nama “Komunitas Osing Pelestari Adat Tradisi (KOPAT), yang bertempat di Kampung Dukuh, Desa/Kecamatan Glagah. Selaku Pendiri, Kang Usik memberikan kepercayaan kepada Wowok Meirianto sebagai Ketua Umum KOPAT.
Dalam Acara tersebut dihadiri oleh seluruh pengurus dan puluhan Anggota KOPAT, Suko Gandrung Arum Wakil Ketua 2 DKB serta beberapa komunitas yang ada di wilayah Cluring. Tampak pula H. Wagianto, M.Pd anggota DPRD Banyuwangi mengatakan
“Saya sangat merespon Positif dengan hadirnya KOPAT di Desa Tampo ini,
karena KOPAT itu sendiri sebuah Organisasi Pelestari Adat dan Tradisi yang ada di Banyuwangi. Dengan begitu, Warisan Leluhur Kita benar-benar bisa Terjaga. Apalagi di Desa Tampo ini sangat beragam Adat Tradisinya. Karena di Desa Tampo ini ada beberapa Suku, di antaranya ada Suku Osing dan Suku Jawa serta mungkin ada juga Suku yang lain. Akan tetapi sejauh ini Solidaritas di antara Mereka benar-benar Terjaga,” tambahnya.
“Semoga dengan hadirnya cabang KOPAT di Cluring ini ke depannya pelestarian seni , adat dan tradisi lebih merata khususnya di wilayah Banyuwangi selatan.,” harap Wagianto.(Ilham Triadi)


Komentar