Banyuwangi- Bertempat di Grand Harvest Hotel, Program Banyuwangi Hijau mengadakan bootcamp dengan tema ” Berbenah Bersama Untuk Banyuwangi Bebas Sampah” yang dilaksanakan pada Selasa dan Rabu (2 dan 3 Agustus 2022).
Kegiatan ini merupakan bentuk kampanye progam pengelolaan sampah di Kabupaten Banyuwangi, kelanjutan dari Project STOP Muncar di tahun 2018-2021. Kini, inisiatif tersebut dilanjutkan melalui Program Banyuwangi Hijau, dengan cakupan wilayah kerja yang lebih luas di 6 kecamatan, antara lain Kecamatan Genteng, Kabat, Songgon, Sempu, Rogojampi, dan Singojuruh mulai tahun 2021-2024.

Kegiatan ini diikuti sejumlah peserta dari berbagai latar belakang antara lain Jurnalis (Kompas.com, JTV Banyuwangi, Detik.Com, Isuk Banyuwangi) Forum Banyuwangi Sehat, Duta Lingkungan Jebeng Tulik Banyuwangi, pemuda dari 6 kecamatan yang akan mendapat layanan pengangkutan sampah dari Banyuwangi Hijau dan komunitas kreatif, seperti Banyuwangi Youth Creative Network (BYCN).
Hari pertama kegiatan bootcamp diisi dengan kegiatan seminar dengan pemateri dari unsur BAPPEDA, DLH, DINKES dan Tim Banyuwangi Hijau.
Dalam paparannya, Plt.Kadis Lingkunan Hidup ibu Dwi Handajani, ST. M.Si berharap kepada peserta kampanye pengolahan sampah kab. Banyuwangi ini untuk selanjutnya mau berperan aktif menyampaikan kepada masyarakat bahwa sampah itu menjadi tanggung jawab kita bersama, bisa diolah dan dapat menjadi berkah untuk masyarakat yang bersedia mengolahnya. Untuk masyarakat yg belum bisa mengolah sampah, diharapkan dapat bertanggung jawab akan sampahnya dengan membayar retribusi untuk para pengolah sampah diwilayahnya, agar Banyuwangi bersih dan sehat.

“Pengelolaan sampah yang berkelanjutan setidaknya perlu memenuhi lima faktor pendukung didalamya, antara lain perlu adanya regulasi yang mendukung dan menegakkan, lembaga pengelola layanan persampahan yang profesional, teknologi dan infrastruktur yang memadai dan sesuai, kelanjutan finansial untuk oprasi dan pemeliharaan, serta keterlibatan masyarakat dan prilaku masyarakat,” tutur Andre Kuncoroyekti, Direktur Program Banyuwangi Hijau, yang merupakan salah satu pemateri dalam bootcamp tersebut.
Hari kedua kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke TPST Tembokrejo di Muncar. Disini peserta diajak langsung melihat proses pengolahan sampah, mulai dari pengambilaan sampah di rumah tangga untuk dibawa ke TPST dan dipilah. Selain itu, peserta bootcamp berkesempatan untuk berdiskusi mengenai manajemen administrasi, operasional TPST, dan berdiskusi tentang kebijakan pengelolaan sampah yang ada di Desa Tembokrejo dengan aparat desa setempat.
Setelah tinjau lapang selesai, peserta diajak kembali ke Grand Harvest hotel untuk evaluasi dan penyusunan Rencana Tindak lanjut untuk kampanye pengolahan sampah yang sirkular di Kab. Banyuwangi. Kegiatan ditutup dengan foto bersama. (Pipit)


Komentar