oleh

TOURING RELIGI NAPAK TILAS WONG AGUNG WILIS & ZIARAH WALI BERSAMA KAMPOENG SANTRI BALI (TRADISI SAPAR2-AN)

Ziarah ke makam Nabi, wali atau alim ulama dan leluhur memang disunahkan bagi umat Islam, dengan maksud tujuan mendoakan sekaligus memberikan penghormatan dengan mengingat jasa2 dan perjuangannya, serta jadi pengingat/ pelajaran bahwa kehidupan dunia itu fana/ tidak kekal artinya semua juga akan menuju ke alam barzah/kubur.

Dalam tradisi sapar2an,yang dikemas oleh Kampoeng Santri Bali dengan acara Touring Religi Napak Tilas Ziarah pada ahad 7 Safar 1444-H/04-09-2022 ke:
– Pure Dalem Langgar (Bunutin- Bangli)
– Kampung Islam Kusamba (Maqam Waliyulah- Klungkung)
– Datuk Syeh Hasan Banten (Gianyar).
– Pure Dalem (Batuan Sukawati).
Diikuti 16 peserta (Timbul-S. Cholipah- Habibi, Rasyid- BuYati-Safa, Nohari- Paenah-Aisyah-Ridho, Sri- Agus, Yuni-Dodo, Edy-Fajar). Kesemuanya adalah warga Banyuwangi yang tinggal di Munggu dan bernaung dalam MT. MAS AGUNG WILIS, Ranting NU dan Ranting Muslimat NU desa Munggu, Mengwi, Badung Bali.

Jam 06.00 WITA semua peserta berkumpul dan berdoa bersama di TPQ Kampoeng Santri Bali, jl by pas Tanah Lot Sahadewa 06, Br Pempatan Munggu Mengwi Badung dengan bertawasul kepada Nabi dan para wali songo juga wali pitu di Bali. Doa memohon keselamatan, dan ketentraman kedamaian bagi keluarga, agama, nusa bangsa.

IMG-20220904-WA0024

Selama satu jam disertai hujan yang turun dan berhenti setelah doa diaminkan.
Perjalanan baru dimulai setelah semua sarapan pagi, dengan menu soto ayam krupuk udang yang disiapkan bu Sri dan bu Yati. Tepat jam 08.00 WIB start awal pemberangkatan touring religi menuju ke Bangli desa Bunutin,dimana tujuan utamanya Pure Dalem Langgar.
Selama kurang lebih 2 jam perjalanan sampailah di Pure Dalem Langgar Desa Bunutin Bangli.

Kami diterima dan ditemani oleh ibu Dayu memasuki kawasan pure dalem langgar, karena bapak mangku dan para pengempon masih ada upacara. Sebelumnya rombongan berwudlu terlebih dahulu dikran air yang memang sebagai tempat bersuci letaknya disebelah luar tepatnya menempel dipagar tembok dibawah langgar.

Selesai bersuci semua rombongan yang berjumlah 16 orang masuk kelanggar dan didahului pengantar prakata tentang asal muasal Mas Agung Wilis beserta keturunannya oleh Ustazd Fajar, di mulai bertawasul dan berdoa dipimpin oleh Ustazd Fajar dan Ustazd Widodo.
Selagi rombongan berdoa, saya ditemani ibu Dayu berkeliling area pure dalem langgar tersebut. Sekilas tentang pure dalem langgar. Saat masa kekuasaan Dalem Watu Renggong Raja Bali di Gel-gel Klungkung, ditugaskanlah Mas Agung Wilis/ Mas Sirno memerintah di Kerajaan Bangli .

IMG-20220905-WA0029

Mas Agung Wilis yang merupakan putra ke dua Raja Danurejo ( Blambangan) dari istri putri dari Kaba2- Mengwi adalah adik dari Danuningrat/ Mas Chakti- Mas Sepuh (Syeh Hamdun Hamid Chairusaleh) yang dikenal dengan sebutan wali pitu Bali dimaqam keramat pantai Seseh – Munggu/ Cemagi.
Mas Agung Wilis menikah dengan putri dari Bangli dan tinggal di Bangli
Situs yang masih kokoh berdiri sebagai bukti sejarah, adalah perwujudan suatu bangunan bagian dari kerajaan yang serupa dengan: Taman ujung/ Karang Asem, dan Taman Ayun di Mengwi Badung.
Dibagian luar adalah irigasi/saluran air , kolam ikan yang mengelilinginya.
Bagian pertama halaman pure, naik ke atas (undak2an) dengan pintu gerbang berhias kalamakara masuk ke tingkat 2 (ada dapur umum tempat persiapan karya dll).
Disekat oleh pintu gerbang besi kecil ada balai bengong beralas karpet hijau yang digunakan sebagai tempat pertemuan / langgar .

Disebelahnya naik keatas tingkat 3 dengan gapura megah berhias kalamakara ada bangunan pure dalem dan macam2 bangunan kecil lainnya sebagai tempat menyimpan abu leluhur dan barang pusaka yang diupacarai saat2 hari besarnya.
Dibangunan tertinggi mirip langgar ada ruang kamar yang seperti tempat imam sholat. ( Tidak diperkenankan sembarang orang masuk kepure dalem).

IMG-20220906-WA0012

Jadi menurut analisa penulis langgar sesungguhnya adalah bangunan puncak yang dilantai paling atas atau tingkat tiga. Dulunya dipakai sebagai tempat imam dan jamaah melakukan sholat. Terbuat dari kayu dan material batu bata merah asli Bali serta tanah liat yang sudah lama/ kuno, bangunan terlihat asli dan cukup terawat.
Selain itu juga terlihat peralatan lesung dari jaman batu tua.(foto dokumen).

Masih menurut bu Dayu dimalam tertentu, khususnya malam jumat biasanya terdengar suara gaib dari dalam pure seperti orang banyak sedang berbicara (tasbih, tahlil,zikir) tetapi dilihat tidak ada mahluk apapun. Yang menurut beliau sering berdiri bulu kuduknya mendengarnya.

Selesai berkeliling dan mengambil gambar kami kembali kerombongan yang sedang khusyuk berdoa dibangunan lantai 2 yang sekarang disebut dan difungsikan sebagai langgar bagi para peziarah yang datang.
Kegiatan pure dalem sendiri biasanya disaat manis galungan akan ramai dengan upacara dan karya,dimana seluruh masyarakat sekitar( keluarga puri) datang dan melakukan ibadah .

Selesai dengan ritual di pure dalem langgar Mas Agung Wilis semua berpamitan,rombongan melanjutkan touring ke desa Kusamba kabupaten Klun gkung tepat jam 12.00 WITA

Selama satu jam perjalanan tibalah di kampung islam Kusamba Dawan Klungkung, menuju masjid Al Mahdi melaksanakan sholat dhuhur berjamaah.
Rombongan bertemu dengan keluarga bpk H. Edy wong Bomo BWI yang sekarang jadi Pengawas Ikawangi Dewata,dan juga keluarga Ustazd Rosuli mantan ketua Ikawangi Denpasar .Nebas cilok untuk rombongan touring, nazar dari pak Edy jamaah Sading disambut gembira semuanya.

Dilanjutkan berziarah di maqam wali habib ali bin abu bakar umar al hamid.Yang hari itu sangat ramai dikunjungi peziarah rombongan bis dari tegal jawa tengah,dan juga dari lokal denpasar.

Selesai berdoa menuju pantai kusamba dibelakang area maqam,penuh kuliner khas kusamba satelilit dan satai ikan tuna ,lepet,mina kusamba srombotan,plecing kangkung,dan ikan bakar bung tomo.
Yang mau ngopi, mie kuah, bakso, tipat tahu, cilok, seblak aneka juz semua ada disekitar pelabuhan kusamba ,ada warung sridevi milik pahdiana gadis yang manis dan ramah.

Dermaga yang ramai penumpang dengan armada kapal boat ke Nusa Penida kapasitas 100-150 dengan tarif tiket / penumpang @50.000 ,jika beli tiket PP 80.000 masa berlaku 2 minggu .Untuk info pemesanan tiket bisa langsung beli tempat jadwal penyebrangan mulai jam 07.00 – 16.00 WITA ( Kusamba), 08.00-17.00WITA( Nusa Penida)trayek sehari 5 × penyebrangan, masing2 durasi per trip kurang lebih satu jam.

Bakda Ashar selesai sholat kembali ke Gianyar menuju Maqam Datuk Syeh Hasan Banten, dekat alun2 kota Gianyar, yang keberadaanya didalam rumah warga Hindu, ibu Gek yang mengurusnya dengan menjaga dan membersihkan tempat yang nampak sangat terawat tersebut sangat senang dikunjungi rombongan.
Beliau ikhlas dan bahagia bisa mebakti, ngayah jaga dan bersihkan maqam,seolah2 kluarganya didampingi oleh leluhur datuk syeh hasan banten, begitu pengakuannya.

Berdoa dan bertawasul serta menutup rangkaian touring,dengan silaturahmi ke rumah ketua PKB Gianyar keluarga Pak Suryono asli wong gitik rogojampi diberi berkatan terang bulan 5 × 5 box, dan menuju batuan sukawati dipure dalem agung obyek situs tua sejarah kerajaan batuan sukawati.

Menutup dengan numpang sholat magrib di galery lukis kampung painting batuan milik pengusaha bakso brutal rogojampi(erwan susanto)yang dipangku pak oca dan ethek, menysmbut baik perwakilan rombongan disana. Sebagai closingnya makan malam di ACK- Batuan Sukawati.
Semua pulang dengan kenyang, senang dan riang,peserta touring religi napak tilas Wong Agung Wilis sang pahlawan Blambangan di Bali, akan jadi tradisi bagi anak cucunya yang cinta dan menghargai para leluhur. Semangat dan perjuangannya sebagai pahlawan yang perlu disadari juga perlu diwariskan untuk para penerusnya.
Mengedukasi serta melestarikan dan menjalaninya dengan konsep sederhana adalah upaya perintisan membuka jalan kebaikan, semoga steakholder dan pewaris2 perjuangan para pejuang bangsa digerakkan oleh Sang Maha Kuasa.
Untuk peduli dan mau menjalin silaturahmi sambung doa bagi para leluhur pejuang, pahlawan kusuma bangsa.

Dari pulau Dewata untuk jurnal news dan kebo undha- Ambarwati Sunarko.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *