oleh

Sambut Artos Nusantara Langgar Art Gelar Silaturahmi Dengan KH.Said Aqil Siraj

BANYUWANGI – Gesah dan silaturahmi antara narasumber KH. Said Aqil Siraj dengan puluhan perupa digelar di Langgar Art, Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Kota Banyuwangi, acara digelar pada hari minggu lalu 18 September 2022.

Pendekatan budaya akhlakul karimah menunjukkan Islam itu beradab dan bermartabat dengan mengangkat keindahan. Hal itu menjadi tajuk gesah dan silaturahmi. Islam tidak menghapus atau anti seni budaya, Islam juga tidak memusuhi budaya.

Menggabungkan antara Islam dan budaya para Wali (Songo) terkenal jago sekali dalam hal memadukan seni budaya dan nilai-nilai Islam.

“Islam tidak menafikan atau menghilangkan kultur. Bahkan Islam mensinergikan nilai-nilai universal bersifat teologis dari Tuhan yang ilahiah dengan kultur tradisi yang bersifat kreativitas manusia atau insaniah. Islamnya kuat karena didukung budaya. Budaya menjadi lestari karena dipoles oleh Islam. Kecuali budaya yang jelas-jelas bertentangan dengan Islam, itu jelas kita tolak, “ujar KH. Said Aqil Siraj mantan Ketua PBNU itu.

IMG-20220920-WA0078

Said Aqil menambahkan, para seniman merupakan manusia yang memiliki rasa syukur yang lebih dibandingkan manusia lainnya. Karena seniman selalu melihat suatu peristiwa dengan keindahan. Mulai dari alam hingga potret sosial di kehidupan manusia.

“Maka Saya melihat seniman ini bisa melihat pohon jadi indah, air jadi indah, bulan dan bintang juga jadi indah. Karena semua merupakan manifestasi kecintaan wujud Allah dan kebesarannya. Dan yang paling penting, marahnya seniman itu ya memunculkan keindahan,” tambahnya.

Begitu pula kalau mau detail ilmu kalam. Islam itu sebenarnya sistem dan metodenya terpengaruh filsafat walaupun isinya adalah dalam rangka mentauhidkan Tuhan. Tapi sistem berpikirnya terpengaruh filsafat Yunani. Itulah Islam yang terbuka.

Said Aqil, mendukung kegiatan rencana sekumpulan perupa Banyuwangi ini, menggelar pameran lukisan di Banyuwangi pada penghujung tahun 2022 nanti bertajuk ArtOs Nusantara.

“Teruskan perjuangan ini dan semoga kegiatan ArtOs Nusantara sukses,” pesan KH. Said Aqil Siraj

Setelah menutup dengan bacan doa , gesah dan silaturahmi itu, Said Aqil mendapatkan kejutan dari Suryan Tw, mewakili perupa yang hadir sore itu . Rupanya, telah disediakan lukisan Said Aqil Siradj. Suryan Tw. sengaja melukis wajah KH Said Aqil Siradj. Lukisan ini digarap 10 hari sebelum kedatangan Said Aqil ke Banyuwangi.

“Masyaallah. Lukisannya indah. Kok mirip ya,” puji KH. Said Aqil Siraj

Sementara itu, owner Langgar Art sebagai yayasan yang menaungi perupa Banyuwangi, Imam Maskun menyampaikan rencana kegiatan ArtOs Nusantara. Kedepan ArtOs Nusantara, berkolaborasi Perupa Banyuwangi dan Nasional di bulan Desember

Menurut Imam, ArtOs Nusantara kedepan akan menekankan kerja kolaborasi sebagai upaya penciptaan karya yang kreatif dan inovatif. Mulai dari melukis on the spot dengan objek budaya Osing, Workshop dan seminar karya dan pameran seni rupa serta kegiatan pendukung berupa seni teater, tari, musik tradisional budaya Osing.

Kegiatan pameran ArtOs Nusantara 2022 menargetkan agar perupa Banyuwangi bisa belajar dengan perupa nasional yang sudah mendunia. Kegiatan ini merupakan even lanjutan ArtOs Kembang Langit akhir tahun lalu. Bakal akan lebih banyak seniman lukis dari kota lain akan berkolaborasi menularkan ilmunya kepada seniman lokal, perupa Banyuwangi.

“Ajang ini sudah dirindukan oleh seniman atau perupa Banyuwangi. Perjumpaan seniman seniman (nasional) ini akan berkolaborasi bersama dengan seniman lokal banyuwangi untuk menciptakan karya kreatif dan inovatif yang dikemas lebih besar dari tahun kemarin,” kata Imam Maksum

Imam yakin, “Perjumpaan Seni rupa Osing dengan seni rupa kontemporer daerah lain ini bisa menghasilkan karya seni rupa Indonesia baru. Nantinya akan ada upaya penciptaan karya kreatif inovatif seni-rupa Using sebagai poros baru seni rupa di Banyuwangi,” tambahnya.

ArtOs Nusantara akan berkolaborasi dengan perupa dari daerah lain yang sudah mendunia, diantaranya :Nasirun dari Cilacap; Iwan Yusuf dari Gorontalo; Putu Suta Wijaya dari Bali ; Anagard dari Minang dan Ugo Untoro dari Purbalingga.

Tak hanya itu, perupa Banyuwangi yang sudah mendunia, Katirin dan Huang Fong juga bakal menularkan ilmunya kepada perupa Banyuwangi. (Ilham Triadi//JN).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *