Komunitas Osing Pelestari Adat dan Tradisi (KOPAT) yang bermarkas di Dusun Talun Jeruk desa/Kecamatan Glagah Kabupatèn Banyuwangi-Jatim menggelar acara syukuran pada ulang tahunnya yang ke tiga, Selasa (20/09/2022).
Acara dengan mengangkat tema “Bisa karena Bersilaturahmi” ini diikuti oleh sekitar 100 orang baik anggota maupun tamu undangan dari berbagai komunitas seperti, Dewan Kesenian Blambangan, Forum Pembauran Kebangsaan, Komunitas Pecinta Keris, dan lain-lain.
Seluruh anggota dan undangan yang hadir seakan sedang mengadakan reunian karena lama tidak berjumpa. Ketua Kopat Wowok Meirianto yang berhalangan hadir, menitipkan permohonan maafnya karena sedang berada di Jogyakarta. Sedang Sanusi Marhaedi selaku inisiator atau pendiri Kopat mengatakan dalam sambutannya.

“Kopat ini adalah suatu Komunitas yang mengedepankan adanya Komunikasi antar anggota untuk mencapai visi dan misi, “kata Sanusi.
Masih Sanusi “Kopat didirikan dengan tujuan untuk menguri-uri adat budaya tidak hanya adat dan budayanya wong Osing tetapi juga menguri-uri adat budayanya suku lain dan etnis lain yang hidup di Banyuwangi, hal ini karena wong Osing selalu well come akan kedatangan suku atau etnis lain yang datang di Banyuwangi, “tuturnya.
Lebih lanjut Sanusi mengungkapkan “Kopat sebagai Komunitas yang bersifat Nirlaba atau tidak mencari keuntungan dalam melaksanakan kegiatannya, ” cetusnya.

Teguh Eko Rahadi mengungkapkan, “Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk syukur tiga tahun berdirinya Kopat dan jujur dalam membangun komunitas ini,
awalnya tidaklah mudah,” ungkapnya.
“Tapi sekarang komunitas ini Alhamdulillah semakin berkembang, semakin banyak yang tahu. Karena itu, Saya berharap ke depan anggota Kopat bisa semakin kompak, kita sama-sama melebarkan sayap, sama-sama menjalankan program kerja dengan baik agar hasilnya kedepan komunitas ini lebih baik lagi,” tambah Teguh.
Senada dengan Teguh, Subari Sofyan yang merupakan anggota sekaligus instruktur Sendratari Temurune Dèwi Sri mengatakan.

“Saya bersyukur Kopat dalam usianya yang masih Balita, namun mampu melebarkan sayapnya dengan mendirikan beberapa cabang cabang di beberapa Kecamatan.
Semoga Kopat semakin berkembang, semakin menjadi wadah bagi siapa sajayang mau membangun Banyuwangi serta semoga warga Kota Banyuwangi sadar dan peduli akan pentingnya pelestarian adat dan untuk membangun Banyuwangi lebih baik, ” tuturnya.
Rangkaian prosesi ulang tahun ini sendiri berlangsung dari pukul 15.00 WIB dan diisi pula pembacaan do’a serta pemotongan nasi tumpeng ulang tahun. Puncak acara semua hadirin diminta berdiri untuk menyanyikan lagu umbul umbul Blambangan.

Aekanu Hariyono tokoh budayawan berkomentar.
“Saya merasakan rangkaian acaranya bagus. Jujur saya salut, bangga, dan tidak menyangka Kopat sebesar ini. Selamat ulang tahun yang ketiga semoga tetap konsisten dan gigih untuk menguri-uri adat budaya, sehingga para generasi muda dapat mengerti akan adat dan tradisi leluhurnya, ” ujarnya.
(Agus Wahyudi Iriyanto)


Komentar