BANYUWANGI Pasca Banjir Bupati Banyuwangi, Ipuk Festiandani meninjau lokasi banjir di wilayah Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Minggu, 16/10/2022.
Dalam kunjungannya, Bupati melihat langsung kondisi Kaliwuluh, Dusun Silirbaru saat terjadi banjir tersumbat oleh tumpukan sampah.
Sampah disungai tersebut, telah dibersihkan ketika itu. Sebuah unit alat berat jenis JCB diterjunkan oleh perusahaan operator pertambangan Tujuh bukit operations, PT Bumi Suksesindo.
“Kini, aliran sungai sudah normal kembali dan jika terjadi banjir, airnya juga cepat surut,” kata korsda Dinas Pengairan Pesanggaran, Sugiono.
Perusahaan kembali menyiapakan kurang lebih 300 paket sembako untak para korban banjir yang tersebar di wilayah Kecamatan Pesanggaran.
Dalam kunjungannya ini, Bupati Ipuk Festiandani, menyempatakan diri untuk bertegur sapa dengan warga masyarakat sekitar yang terdampak banjir.
Bantuan paket sembako diberikannya secara simbolis ke beberapa warga yang tinggal disekitar kaliwuluh. Bantuan tersebut disiapkan oleh BPBD Kabupaten Banyuwangi, dan sedianaya akan disalurkan ke Lima desa se -Kecamatan Pesanggaran.
“Ada 250 paket sembako yang telah disiapkan, dan segera akan dibagikan,” kata Camat Pesanggaran, Ir R Agus Mulyono, M. Si.
Hal tersebut, dibenarkan oleh Kepala Desa Sumberagung Vivin Agustin yang berketempatan menampung ratusan paket sembako dari BPBD Banyuwangi.
Di Pesanggaran, banjir merata terjadi di wilayah Desa seperti, Desa Pesanggaran, Sumbermulyo, Sumberagung, Kandangan dan Sarongan.
Sebagai upaya untuk penaggulangan banjir di wialayah Pesanggaran, perwakilan managemet PT Bumi Suksesindo, Iwa Mulyawan menuturkan, telah dilakukan normalisasi sungai oleh perusahaan dengan bekerja sama dengan instansi pemerintah dan juga warga masyarakat setempat pada tahun sebelumnya.
Beberapa aliran sungai saat itu, mengalami penyumbatan dan pendangkalan, lalu dinormalisasi diantaranya, sungai gonggo, apur, wedi, kaliwuluh dan sanggawe.
Meskipun upaya penggulangan banjir di Pesanggaran telah dilakukan, namun banjir masih saja terus terjadi dikala tiba waktu musim penghujan.
Hal ini dikarenakan wilayah Pesanggaran, khususnya Desa Sumberagung, secara geografis, berada di dataran rendah yang menjadi tempat bertemunya air dari beberpa aliran sungai.
Selain itu, sampah lingkungan yang ditumbulkan oleh aktifitas warga kebanyakan tidak dikelola dengan baik sehingga menjadi sampah banjir.
Tak berapa lama Bupati Ipuk meninjau lokasi banjir di Sumberagung, Pesanggaran.
Setelah melakukan dialog dengan beberapa pihak, Ia lantas meninggalkan lokasi.
Dalam pesannya, kepada para kepala desa yang hadir bersama forpimka Pesanggaran, agar dalam menghadapi cuaca exstream, semua pihak untuk selalu meningkatkan kewaspadaannya.
” Segera laporkan jika ada peristiwa buruk yang terjadi,” kata Ipuk yang kemudian berlalu meninggalkan lokasi. (Jaenudin//Ry//JN).


Komentar