Banyuwangi berduka atas berpulangnya seorang maesrto musik kawakan di era tahun 1960 an, Nasikin (82) yang meninggalkan kita Semua pada hari ini Kamis 27/10/2022 pukul 03.00 WIB di rumah duka Kelurahan Temenggungan Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi-Jatim.
Momo seniman yang juga anggota Komunitas Osing Pelestari Adat Tradisi yang berta’jiah di Rumah duka mengatakan
“Beliau adalah Seorang penyanyi terbaik Banyuwangi sepanjang masa, beliau adalah juga seorang seniman kawakan yang dulu pernah membimbimbing Emilia Contesa kala remaja dalam berolah vokal, beliau mengatakan seperti menemukan sesuatu yang hilang pada saat pertama kali ketemu dengan Emilia Contessa, “ujarnya.
Nasihin adalah Penyanyi yang menguasai berbagai genre musik dan sudah banyak makan asam garam dalam bermusik. Dimasa mudanya beliau pernah bergabung di grub band masa di era tahun 60an sebagai vokalis, diantaranya NEKARAMA (grub musik orang orang Ambon di Banyuwangi ) di tahun 1961, RAMONA group yang beliau pimpin sendiri pada tahun1963, D’LLOYD, BAMBU RIA (group band Pabrik Kertas Basuki Rachmat), GAFILAS, ROMANTIKA dan lain lain yang berjaya diera 1960 – 1970 an. Kebanyakan lagu yg dinyanyikan berirama pop, latin dan jazz serta lagu lagu barat. Sedang lagu lagu Banyuwangian belum begitu populer seperti saat sekarang ini. Bahkan Nasikin pernah ditahan oleh penguasa pada waktu itu gara gara menyanyikan lagu Genjer-genjer sebab setelah tahun 1966 lagu ini dianggap sesuatu yg tabu di masa itu.
Banyak pengalaman yang terlontar dari masa lalu lewat ceritanya. Seperti diajak napak tilas tentang perjalanan seni musik di bumi tercinta Banyuwangi kisah perjalanan bermusiknya cukup mengesankan. Suaranya yang tenor, terasa penuh pesona dan berwibawa saat melantunkan lagu2 barat, warna vokalnya terasa begitu kuat dan bernuansa. Seperangkat alat musik mulai angklung hingga gitar dan biola ada tersimpan rapi di belakang rumahnya, ini membuktikan kalau beliau masih mencintai dunianya.
Nasikin semakin rentah, kisah hidupnya sangat berharga untuk kita renungkan. Sayang sekali kalau pengetahuan dan kemampuannya harus berlalu begitu saja disapu angin dan waktu. Momo menambahkan “Semasa hidupnya beliau sangat berjasa dalam bermusik dan beliau juga telah banyak menciptakan lagu lagu. Namun kita sebagai generasi muda Banyuwangi janganlah melupakan kekaryaan beliau dalam membangun Banyuwangi lewat dunia seni, ” pintanya.
Fatah Yassin Noer yang juga dari KOPAT “Senada dengan yang disampaikan Momo, semoga almarhum diampuni dosa dosa nya “ucapnya.
Mengakhiri wawancara Momo mengingatkan “Jas merah, jangan sekali kali melupakan sejarah, “cetusnya.
Budayawan Osing Aekanu Hariyono mengatakan “Almarhum sangat kalem dalam berpenampilan dan sangat menguasai sekali dalam menyanyikan lagu lagu mancanegara, semoga nantinya ada generasi muda yang mencontoh beliau dalam bermusik, ” harapnya.
(Agus Wahyudi Iriyanto)


Komentar