Kegiatan rutinan Tampo Fair 2002 dilaksanakan di lapangan/RTH desa Tampo Kecamatan Cluring yang dibuka pada Jumat sore (04/11/2022) . Tampo Fair akan berlansung selama 3 hari 3 malam tanggal 4 sampai tanggal 6 November 2022.
Kegiatan Tampo Fair ini bukan hanya hanya promosi dari barang-barang baik nerupa kerajinan maupun makanan, minuman tetapi di dalam kegiatan ini juga ditampilkan berbagai pertunjukan kesenian seperti Jaranan Buto selama dua hari yaitu hari Sabtu dan Minggu di siang hari, kemudian malam sabtunya diadakan pentas seni juga ada lomba Hadrah. Pada malam Minggunya juga diadakan yaitu pentas seni, malam terakhir yaitu malam Senin diadakan festival wayang kulit.

Acara pembukaan diawali dengan tarian gandrung oleh sanggar tari Repito Sito milik Desa Tampo sendiri. Kemudian sambutan oleh Kepala Desa Tampo Dr. Hasim Ashari. Hasim memgatakan sebanyak 74 tenda disediakan untuk UMKM dan semuanya sudah terisi.
“Sudah 2 tahun ini tidak bisa Tampo Fair tidak bisa dilaksanakan karena Covid dan sekarang mulai bergerak kembali sebagai ajang promosi bukan berjualan saja, akan tetapi dengan Tampo Fair 2022 ini diharapkan perekonomian akan terus berkembang, “kata Kades Hasim.

Beliau juga menambahkan ada 5 pengrajin batik di sepanjang jalan ke barat ini yang ada di desa Tampo di mana karyawannya banyak sehingga menciptakan tenaga kerja di Desa Tampo sehingga sehingga Desa Tampo menjadi Kampung wisata batik dan harapannya potensi pariwisata satu-satunya di Banyuwangi karena Tampo penghasil batiknya kumpul menjadi Kampung wisata batik dan menjadi destinasi wisata dari Jawatan bisa mampir ke desa Tampo untuk melihat Pulau Merah atau Alas Purwo.
Hadir dalam acara pembukaan ini yaitu dari Wabub H. Sugirah, dari anggota DPRD PKB Inayati Kusumasari, Dinas Perdagangan Koperasi, dan UMKM Kabupaten Banyuwangi, DPMDes Kabupaten Banyuwangi kemudian, Kemudiam Forpimka Kecamatan Cluring, seluruj kepala desa Kecamatan Cluring, BPD Tampo.
Wakil Bupati Banyuwangi H. Sugirah, M.Si. dalam sambutannya mengatakan di era pandemi kemarin perekonomian sempat menurun 4,5%.
“Dengan adanya Tampo Fair 2022 ini diharapkan perekonomian bisa pulih kembali dan bisa berkembang kembali apalagi di daerah Kampung batik Simbar ada beberapa pengrajin batik dalam satu jalur jalan, juga Desa Tampo memiliki banyak kesenian di mana tadi sudah dipertontonkan yaitu kesenian Gandrung karena Gandrung adalah ikon daripada Kabupaten Banyuwangi yang perlu dilestarikan bukan hanya gandrung tapi juga kesenian-kesenian yang lain yang perlu dilestarikan semuanya, “ujar Sugirah.
Setelah memberikan sambutan H. Sugirah dengan kepala desa Tampo Kemudian Porfimka, kemudian kepala DPRD, Kepala Dinas Perdagangan, koperasi, dan UMKM memukul terbang bersamaan sebagai simbol dibukanya Tampo Fair 2022. Setelah memukul terbang bersama kemudian wakil bupati Sugirah dan rombongan mensurvei stand-stand yang ada di lapangan satu persatu dia sapa bahkan juga mencicipi dari makanan yang ada atau minuman yang ada juga kadang dari dari penjaga stan minta foto bareng atau minta foto bersama. (AM)


Komentar