oleh

Keragaman Budaya Jadi Tema Banyuwangi Ethno Carnival 2022

Antusiasme ribuan penonton memadati jalan- jalan protokol yang dilintasi parade etnik BEC ( Banyuwangi Ethno Carnival ). Start dari depan Kantor Pos Banyuwangi, melewati pasar jalan Satsuit Tubun, jalan Jendral Sudirman, jalan Achmad Yani dan finish di depan Kantor Pemkab Banyuwangi tampak penonton memenuhi rute-rute yang dilewati talenta muda Banyuwangi.

Mereka menyaksikan beragam tampilan fashion artifisial yang mengangkat kekayaan budaya lintas suku dan etnis di bumi Blambangan. Mulai dari suku Osing, Madura, Jawa, Mandar, Tionghoa,
Bali hingga Arab.

IMG-20221211-WA0062

Masing-masing defile menyajikan tarian khas masing-masing dan beragam fashion-artifisial yang mencirikan keunikan budayanya. Defile Osing, misalnya, menonjolkan aksentuasi Barong, Seblang sampai Tari Gandrung. Begitu pula dengan suku atau etnis lainnya. Arab umpamanya, lekat dengan dominasi putih dan aksentuasi jubah , surban dan ikon-ikon lainnya.

Festival (BEC) Banyuwangi Ethno Carnival dengan tema “Tamansarine Nusantara” The Divesrsity Of Banyuwangi Culture yang bertempat di Halaman Gesibu Blambangan Banyuwangi, (10/12/2022)

Hj. Ipuk Festiandani, Bupati Banyuwangi mengucapkan terimakasih atas kehadiranya para tamu undangan yang hadir dalam kesempatan ini.

“Syukur alhamdulillah BEC 2022 dapat terselenggara dan dapat menjadi motifasi bangkit dari pasca pandemi. Dapat menjadikan hidup rukunnya masyarakat Kab. Banyuwangi dan membentuk jiwa kebersamaan serta gotong royong,”ucapnya.

“Kali ini, kami mengangkat tema The Diversity of Banyuwangi Culture. Kami ingin menyuguhkan kepada masyarakat luas, bahwa Banyuwangi ini terdiri dari beragam suku dan etnis yang berbaur menjadi satu,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat pembukaan.

IMG-20221211-WA0065

Keragaman tersebut, menurut Ipuk, menjadi modal utama bagi kemajuan Banyuwangi. Kekayaan budaya menjadi sumber kreativitas dalam membangun daerah.

“Kita ini punya banyak hal yang bisa kita kembangkan. Hanya saja, kita kerap tidak percaya diri. Untuk itu, dengan panggung BEC dan panggung-panggung yang lain, kita tunjukkan kepada dunia,” ajaknya.

Dengan kepercayaan diri tersebut, lanjut Ipuk, akan dapat menghasilkan kreasi yang luar biasa. Dengan kreasi tersebut, akan dapat menjadi pilar pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat.

“Dari ajang ini saja, ada perputaran uang yang besar yang bisa dirasakan oleh masyarakat. Mulai dari UMKM, pekerja seni sampai penyedia jasa penginapan dan transportasi. Ini akan menjadi berkah bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas Ipuk.

“Kita melihat dari beberapa etnis yang ada di Kabupaten Banyuwangi dapat bergotong royong untuk membangun Kabupaten Banyuwangi. Saya meminta Doa kepada Masyarakat Banyuwangi untuk tahun depan yaitu 2023 Kab. Banyuwangi akan mendapatkan Geo Park dari Unesco. Kabupaten Banyuwangi semakin membaik diseluruh aspeknya diantaranya dapat menekan angka kemiskinan masyarakat. Saya berharap masyarakat Banyuwangi tetap memegang teguh tekat dan kemauan sehingga dengan tekat dan keamuan semuanya pasti tercapai,”pungkasnya.

Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi M.Y. Bramuda mengucapkan terimakasih atas kehadiran para tamu undangan dan para alumni serta peserta pelaksanaan BEC Banyuwangi.

“Persiapan BEC 2022 ini hanya 2 bulan dan bisa terlaksana BEC secara lancar. Jumlah peserta telen yang akan tampil pada hari ini adalah 75 talen dan menampilkan keragaman budaya yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Juga menampilkan opening dan budaya-budaya Banyuwangi. Bentuk BEC tidak hanya menampilkan Budaya dan juga UMKM yang bisa berjalan , “urai Bramuda.(Ilham Triadi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *