BANYUWANGI, Jurnal News – Sedekah bumi merupakan sebuah upacara atau tradisi sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil bumi yang telah didapat.
Tradisi ini dilakukan dengan cara makan bersama sebagai bentuk rasa syukur dan bentuk kebersamaan. Minggu (11/12/2022).
Acara yang digelar dipelataran Pendopo Semar Nusantar itu dilakuakan pada Sabtu kemarin (10/12) pukul 16.00 wib.
Sedekah bumi adalah ucap sukur kepada bumi yang diciptakan Tuhan, karena banyak bermanfaat bagi umat manusia.
Para undangan dan warga sekitar berkumpul mengelar sedekah bumi ucap sukur kepada Tuhan dengan berdoa bersama.
Tujuannya selain bersilahturohim juga makan bersama – sama. terlihat makanan beragam jenis sudah dipersiapkan diantaranya ayam yang dimasak utuh dan masakan hasil bumi seperti sayur sayuran dan camilan polo pendem.
Mereka guyub rukun tidak ada tahta dan jabatan yang menjadi penghalang, sekedar diketahui selain warga setempat pejabat pemerintah dan anggota legislatif turut duduk ditanah yang dilapisi karpet.
Seperti bahasa “Berdiri sama tinggi duduk sama rata” tidak ada pembeda diantara mereka, semua ciptaan Tuhan yang maha esa, semua patut bersukur atas limpahan rapat yang diberikan.
Ketua Umum Pendopo Semar Nusantara Mbah Uny Saputra menjelaskan upacara sedakah bumi tersebut digelar pada musim panen.
“Ucap sukur ini kita gelar setiap musim panen, acara ini sederhana kita berkumpul berdoa kepada Tuhan dan makan bareng – bareng,” jelasnya.
Sejarah sedekah bumi, merupakan ritual atau upacara sebagai bentuk rasa syukur masyarakat yang telah berlangsung ratusan tahun.
Ritual sedekah bumi dipercaya kebanyakan orang berawal dari penyebaran agama Islam di Pulau Jawa.
Salah satu tokoh penyebaran Islam di Nusantara adalah Sunan Kalijaga yang berdakwah melalui media pagelaran wayang kulit.
Dalam pagelaran wayang kulit, Sunan Kalijaga menyelipkan makna atau pesan tentang keislaman yang mudah dipahami masyarakat.

Penulis : Rony


Komentar