BANYUWANGI, Jurnal News – Pekerjaan paving blok yang sekarang dalam pengerjaan ada yang janggal. Mengapa, karena beberapa paving patah tetap dipasang dan diduga kewalitas paving juga kurang memenuhi spesifikasi.
Tak hanya itu, Proyek yang didanai dari anggaran Negara tersebut juga tak memasang papan nama proyek. Hal itu membuat lepas dari pengawasan masyarakat.

Proyek tersebut berlokasi dijalan menuju persawahaan diwilayah Dusun Krajan, Desa Tampo, Kecamatan Cluring. Banyuwangi. Jawa Timur.
Saat awak media mendatangi lokasi proyek,Selasa (13/12/2022). terlihat banyak paving yang rusak dan penggunaan bahan pasir kurang sempurna alias pasir leboh.
Di lokasi proyek pun tidak terlihat adanya pengawasan terhadap para pekerja, seakan pekerja di biarkan begitu saja, tanpa adanya pengarahan dan pengawasan tertentu oleh pihak Pelaksana proyek.

Saat kami konfirmasi kesalah satu pekerja, Ia menjelaskan bahwa nantinya pengerjaan paving sepanjang 200 meter.
Soal paving yang kurang berstandart mereka hanya pekerja tak wajib menjawab, dan hanya bertugas memasang.
Diduga paving kurang standart itu disuplay dari salah satu suplayer atau pabrik paving rekanan proyek pemerintah.
“Nantinya pemasangan paving sepanjang 200 meter mas, pavingnya memang kurang bagus banyak yang patah, tapi yang ada hanya ini. Mungkin ini dari pabriknya ya begini,” ungkap salah satu pekerja. Rabo (14/12/2022).

Tidak hanya paving yang kurang bagus, soal pemadatan diduga juga tidak sesuai perencanaan. Kenapa begitu, pantauan dilapangan dari asal tanah langsung digelar pasir leboh dan dipasang paving block.
Pantauwan dilapangan saat pekerja melaksanakan kewajibannya, karena kurangnya pengawasan sehingga paving block patah tetap dipasang dan kanstin (bingkai beton) patah juga masih dipasang.
“Saya dari desa kepundungan mas, kalau gak salah cv pelaksana dari desa kabat,” ungkap salah satu pekerja.

Proyek pembangunan milik Negara wajib memasang papan nama proyek karena penting, selain untuk keterbukaan publik juga mudah masyarakat mengawasi pekerjaan itu agar tidak ada KKN dalam pelaksanaan pembangunan aset milik negara.
Sekedar diketahui, jalan menuju persawahan tersebut tanahnya labil jika musim penghujan beberapa tempat sering ambles dan bisa dipastikan bergelombang maka jika pemadatan kurang akibatnya jalan bergelombang.
Penulis : Rony Subhan


Komentar