BANYUWANGI, Jurnal News – Proyek pavingisasi untuk memenuhi pembangunan jalan menuju persawahan di Dusun Krajan, Desa Tampo, Kecamatan Cluring kurang bermutu, terlihat adanya paving yang patah dan melebur saat diturunkan dari Damtruk.
Apakah itu paving K350, hingga sekarang belom ada yang bisa menjelaskan. Anehnya pihak pengawas baik dari konsultan atau pun dari pihak Dinas terkait seolah membiarkan adanya produk paving block yang kurang bagus tetap dipasang.
Hasil pantauwan media dilokasi pada Selasa (13/12), paving block yang disuply ke lokasi banyak yang patah dan melepuh. Tidak hanya itu pasir yang dipakai juga bercampur tanah.
Bicara anggaran karena tidak memasang papan nama proyek, tidak diketahui berapa jumlah nominalnya, namun diduga memakai anggaran negara kurang lebih sejumlah puluhan juta.
Pihak terkait, karena proyek tersebut jalan persawahan yakni Dinas Pertanian Ilham Juanda menyampaikan melalui pesan singkat di hanphone akan segera di Check.
“Saya check dulu ya, papan nama difoto juga.” Terangnya. Rabo (14/12/2022).
Pesan yang dilontarkan ilham Juanda sangat lah simpel, sebelumnya awak media mengirim laporan investigasi temuan berupa foto yang dikirim ke Ilham Juanda.
Ketum LSM – PSN Uny Saputra, mengatakan semua pembangunan yang memakai anggaran dari pemerintah kita wajib mengawasi sebab renta KKN.
“Kita wajib mengawasi pelaksanaan pembangunan paving di tempat kami, karena anggaran yang dipakai bersumber dari pemerintan,” jelasnya.
Uny menambahkan, paving block yang patah dan melepuh apakah itu dari pabrik atau diproduksi dari rumahan. Ini yang salah Cv pelaksana atau pabrik yang memproduksi, kenapa pengawas malah ngak tau apa sengaja diam.” Kata Uny Saputra.
Penulis : Rony Subhan


Komentar