BANYUWANGI, Jurnal News – Warga digegerkan temuan tas mencurigakan disungai dalam kampung di Dusun Krajan, Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring. Banyuwangi.
Temuan tas warna biru itu mengejutkan salah satu warga yakni Sugi (45), pada saat itu, pagi Kamis (15/12) pukul 07.00 wib, Sugi hendak pergi ke sawah. Tiba – tiba Sugi terkejut ada tas mengambang tersangkut digorong – gorong irigasi.
Merasa takut, Sugi memanggil warga yang tak jauh dari lokasi sebab sungai itu bertempat tak jauh dari perkampungan. Jumat (16/12/2022),
“Waktu itu saya mau pergi ke sawah ditengah perjalanan saya melihat tas warna biru, tas itu masih baru. Saya takut langsung panggil warga.” Terangnya.

Secara cepat warga berdatangan, tas itu dinaikkan dari sungai kedarat, warga masih takut dan beberapa orang enggan mendekat takutnya berisi barang berbahaya.
“Awalnya saya takut mas, dan warga lain enggan mendekat. Langsung saya laporkan ke Desa,” kata Sugi.
Tas warna biru itu dibawa ramai – ramai ke kantor Desa Plampangrejo yang jaraknya tak jauh dari lokasi. Sampai dari kantor desa salah satu staf desa memberanikan diri untuk membukanya.
Ternyata isinya bukan barang berbahaya namun berisi dokumen penting milik warga luar Banyuwangi.
Lantas, semua barang dalam tas dikeluarkan satu persatu oleh Suyono staf desa Plampangrejo, semua barang berharga itu semua basah oleh air yang menembus tas biru tersebut.

Setelah dikeluarkan, isi tas tersebut diantaranya beberapa setel baju dan dokumen penting seperti Ijazah, sertifikat kompetensi, Traskrep nilai dan Akte Kelahiran.
“Isinya beberapa setel baju, Ijazah, akte kelahiran dan kartu keluarga. Semua kita jemur karena basah,” kata Suyono Staf Desa Plampangrejo.
Setelah itu, lanjutnya,” kita hubungi pihak berwajib kepolisian, semua dokumen kita simpan di kantor desa. Jadi jika ada yang mencari kita persilakan langsung ke kantor desa Plampangrejo.” Terang Suyoto.
Sekedar info, ijazah atas nama Febrian Fifakih SMK Negeri Pasirian Kabupaten Lumajang. Alamat yang didapat dari berkas dokumen Akte lahir Febrian lahir di Kab, Malang.
Penulis : Rony Subhan


Komentar