oleh

Mahasiswa S-1 K3 FKM UI Lakukan Upaya Peningkatan Awareness Terkait Bahaya Ergonomi di Kantor Dinas Kesehatan Kota Depok Melalui Program Praktik Belajar Lapangan (PBL)

Dinas Kesehatan merupakan sebuah unsur pelaksana otonomi daerah di bidang kesehatan yang memiliki fungsi untuk menyelenggarakan pelayanan umum di bidang kesehatan hingga membina dan memfasilitasi bidang kesehatan pada lingkup kota atau kabupaten, Maka dari itu, Dinas Kesehatan juga seharusnya memiliki awareness yang tinggi mengenai karyawan-karyawannya, terutama yang melaksanakan sebagian besar pekerjaannya di kantor. Bahaya yang dapat timbul di perkantoran adalah bahaya ergonomi dan salah satu risiko dari bahaya tersebut adalah Musculoskeletal Disorders atau MSD.

Penelitian yang dilakukan oleh Okezue, et al. pada tahun 2020 menunjukkan bahwa tingkat prevalensi keseluruhan WMSDs (Work-Related Musculoskeletal Disorders) adalah 71,9% dari 217 karyawan perkantoran di institusi pendidikan. Faktor risiko dari terjadinya WMSDs ini antara lain postur tubuh yang canggung (awkward posture), posisi tubuh yang tidak stabil, posisi membungkuk, stres di tempat kerja, tempat kerja atau workstation yang tidak sesuai, dan waktu istirahat yang tidak memadai. Sedangkan keluhan yang paling banyak dirasakan oleh para karyawan antara lain ada pada punggung bawah, pergelangan tangan/tangan, dan bahu.

Hal ini membuat Mahasiswa Program Studi S-1 K3 FKM UI tertarik untuk melakukan pengukuran bahaya ergonomi di Kantor Dinas Kesehatan Kota Depok melalui program PBL atau Praktik Belajar Lapangan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia. Hasil dari pengukuran ini akan menjadi acuan dalam melakukan penyuluhan dan pemberian rekomendasi kepada pihak Dinas Kesehatan Kota Depok agar lebih waspada mengenai bahaya ergonomi yang ada di kantor. Pengukuran ergonomi sendiri dilaksanakan pada bulan November hingga Desember 2022 yang meliputi pengukuran dimensi dan jangkauan meja karyawan, antropometri karyawan, pencahayaan kantor, postur kerja karyawan, dan keluhan gangguan otot rangka pada karyawan.

IMG-20221217-WA0008

Dari hasil pengukuran keluhan gangguan otot rangka yang dilakukan pada 41 karyawan Dinas Kesehatan dengan menggunakan kuesioner Nordic Body Map, didapatkan bahwa sebanyak 12,8% karyawan mengalami keluhan gangguan otot rangka dengan tingkat sedang dan 87,2% karyawan dengan tingkat rendah. Hasil dari pengukuran ini juga mendapatkan bahwa keluhan terbanyak dirasakan pada bagian tubuh leher bawah (73,2%), leher atas (65,9%), dan bahu kanan (58,5%). Hal ini didukung dengan pengukuran postur kerja karyawan yang dilakukan menggunakan formulir penilaian oleh Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 48 Tahun 2016. Hasil dari pengukuran postur kerja pada 20 karyawan dari berbagai seksi dan sub bagian ini didapatkan bahwa 85% memiliki tingkat risiko ergonomi sedang dan 15% memiliki tingkat risiko ergonomi rendah.

Pengukuran lain yang dilakukan adalah pengukuran pencahayaan di 14 seksi dan sub bagian di Dinas Kesehatan Kota Depok menggunakan lux meter. Hasil dari pengukuran ini didapatkan bahwa hanya dua seksi/sub bagian yang memiliki tingkat pencahayaan di atas NAB (Nilai Ambang Batas) yaitu 300-500 lux. Sedangkan sepuluh seksi/sub bagian masih memiliki tingkat pencahayaan di bawah NAB dengan Seksi Keslingjaor yang memiliki nilai paling rendah sebesar 128 lux dan satu seksi/sub bagian memiliki tingkat pencahayaan di atas NAB. Selain itu, dari hasil pengukuran antropometri karyawan yang dianalisis dengan empat jenis meja yang ada di Dinas Kesehatan Kota Depok, terdapat satu meja yang sudah memenuhi standar antropometri dari seluruh dimensi meja, namun tiga jenis meja lainnya masih di bawah standar di beberapa dimensi mejanya. Dimensi meja yang berada di bawah standar antropometri antara lain work cubicle area, kedalaman meja, lebar meja, dan panjang meja. Pengukuran terakhir yang dilakukan adalah jangkauan meja menggunakan standar yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 48 Tahun 2016. “Hasil dari pengukuran ini didapatkan bahwa dari 14 seksi/sub bagian, masih terdapat beberapa meja yang memiliki pengaturan belum sesuai dengan zona yang sudah ditetapkan. Hal ini dapat berpengaruh kepada kenyamanan kerja pada karyawan” – Tutur Hadiq selaku ketua dari PBL kelompok 2.

IMG-20221217-WA0007

Berdasarkan hasil pengukuran tersebut, mahasiswa Kelompok 2 PBL S-1 K3 FKM UI yang terdiri dari Hadiq Nur Wahid Arrifqi, Hani Niayu A. , Jessica Natalie B. M. , Maulana Mas Mohammad, Nuke Novia Ananda, Retna Fatimah M., Rivanza Arendra, Shafira Agustina Rachmat, Taqwa Khalifah Islam, Thaza Febrianti melakukan penyuluhan berupa pembuatan buku saku atau handbook yang berisikan informasi mengenai ergonomi, data ergonomi, dan rekomendasi yang dapat dilakukan. Selain itu Mahasiswa juga membuat video induction mengenai panduan peregangan dan postur bekerja dengan benar. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian mengenai bahaya ergonomi yang ada di kantor Dinas Kesehatan Kota Depok sehingga dapat mencegah terjadinya Penyakit Akibat Kerja (PAK) pada para karyawan-karyawannya. Selain itu hal ini juga diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi pihak Dinas Kesehatan Kota Depok dalam melakukan pencegahan bahaya ergonomi dan pengendalian risiko ergonomi di kantor Dinas Kesehatan Kota Depok.

Abdul Kadir SKM., M.Sc. menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan wadah untuk mahasiswa S1 K3 dalam mengimplementasikan keilmuan K3 secara langsung, khususnya mahasiswa diharapkan mendapatkan pengalaman nyata terkait masalah ergonomi di Dinas Kesehatan Kota Depok. Untuk FKM UI sendiri kegiatan PBL ini dapat eningkatkan hubungan kerjasama antara pihak universitas dan Dinas Kesehatan Kota Depok.

Pembimbing lapangan PBL kelompok 2 Netty Elfrida S.KM (Staf Kesehatan Lingkungan Kerja dan Olahraga) menyampaikan bahwa “melalui kegiatan ini, kami sangat terbantu dalam memberikan pemahaman serta rekomendasi bagi pekerja terkait ergonomi perkantoran, diharapkan dengan adanya luaran yang dihasilkan oleh mahasiswa S1 K3 dapat menjadi acuan untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja di Dinas Kesehatan Kota Depok. Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan PBL ini. Harapannya kerjasama antara Dinas Kesehatan Kota Depok dan FKM UI terus berjalan dengan baik. (Miska)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *