oleh

SAMBUT ALUMNI, TEATER TIANG GELAR WORKSHOP PENYUTRADARAAN

Unit Kegiatan Mahasiswa Teater Tiang FKIP UNEJ kembali mengadakan workshop seni pertunjukan. Setelah sukses menggelar workshop “Kepenulisan Naskah” pada bulan Oktober lalu yang bersifat internal, kali ini Teater Tiang mengadakannya bersifat eksternal, bukan hanya anggota tapi semua masyarakat umum bisa mengikuti acara tersebut.

Workshop kali ini mengangkat tema tentang “Penyutradaraan”, dengan mengundang pemateri ternama yakni Autar Abdillah,S.SN., M.SI. Beliau merupakan peneliti ludruk dan sekaligus Dosen Sendratasik di Universitas Surabaya (UNESA). Beliau juga Ketua Dewan Pakar Kesenian Sidoarjo dan masih banyak lagi. Beliau juga mempunyai karya yaitu buku dramaturgi yang juga sempat beliau jelaskan pada acara workshop kali ini.

Workshop kali ini diadakan pada 27 Desember 2022 yang bertempat di gedung PKM Universitas Jember. Acara kali ini tidak hanya dihadiri oleh anggota Teater Tiang saja tapi dari beberapa falkutas di Universitas Jember bahkan dari universitas lain juga datang pada acara tersebut. Dalam acara workshop kali ini pemateri sendiri menjelaskan mulai dari apa itu sutradara, bedah naskah, bagaimana proses dalam menjadi sutradara dan Dramaturgi.

IMG-20221227-WA0020

Di dalam workshop Autar Abdillah menjelaskan banyak hal tentang penyutratadaraan dan dramaturgi. Beliau menjelaskan bahwa jika kita menjadi sutradara kita tidak boleh egois dalam memilih naskah yang akan di pentaskan. Sutradara dalam memilih naskah harus memperhatikan SDM yang dia punya dan minat penonton pada saat itu. Beliau juga menjelaskan bahwa sutradara dalam membedah naskah juga tidak boleh egois dalam menentukan pandangan dalam naskah.

“Sutradara harus memberikan peluang juga kepada para anggotanya dalam menyampaikan pandangan mereka tentang naskah yang akan di ambil, ” Ujarnya. Serta masih banyak lagi yang beliau jelaskan seperti bagian bagian pada suatu panggung pertunjukkan secara rinci dan jelas.

Kegiatan ini disambut antusias oleh publik teater kampus. Salah satunya peserta yakni Fahrosi Iman Dani, bahwa penyampaian materi penyutradaraan bersifat praktis. Menstimulus pemikiran dan pengalaman tentang penyutradaraan.

“Saya merasa sangat puas dengan adanya penyampaian materi di workshop penyutradaraan ini. Karena saya belum pernah menjadi sutradara dan belum tau ilmu penyutradaraan yang akhirnya workshop ini membuka pemikiran saya tentang menjadi sutradara itu seperti apa. Yang terpenting adalah saat menjadi sutradara jangan pernah memaksakan pemikiran kita sendiri pada actor dan penonton, tapi kita harus bisa menyesuaikan pemikiran kita, tanpa menyiksa aktor dan juga bisa diterima oleh penonton. Intinya jangan egois saat menjadi sutradara, ” pungkasnya.

Sementara ketua panitia, Mohamad Ahda Min Ihdal Umam, mengaku menyiapkan kegiatan tersebut dengan matang.

”Ya kalau ditanya mengenai persiapan yang pasti kami dan seluruh panitia sudah mempersiapkan acara dari jauh-jauh hari, mulai dari menghubungi pemateri dll, dan mengenai pemateri. Saya sangat merasa puas bahkan puas sekali karena cara beliau menjelaskan sangat mudah di mengerti dan tidak membosankan karena setiap menjelaskan satu topik beliau membuka sesi tanya jawab pada para peserta sebelum lanjut ke topik yang selanjutnya. Maka dari tu peserta sangat mudah untuk memahami materi yang di jelaskan, ” pungkasnya.

Workshop kali sangatlah bermanfaat untuk semua peserta atau publik teater di Jember, khususnya terhadap eksistensi teater kampus tu sendiri. Semoga kedepannya Teater tiang bisa mengadakan workshop yang dapat mengembangkan pengetahuan tentang seni dalam teater atau seni pertunjukkan.(Miskawi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *