oleh

Ternyata Ini Makna Syair Lagu “Kembang Galengan”

BANYUWANGI, Jurnal News – Pada mulanya, “Kembang Galengan” diketahui adalah judul sebuah lagu, ciptaan Andang CY. Lagu ini sempat dibuat tenar oleh artis penyanyi Wiwin Andayani. Belakangan ini, nama “Kembang Galengan” diangkat menjadi sebuah karya tulis Novel, oleh Ridzkiya Karimatus Sholeha, yaitu berupa kumpulan cerita pendek berbahasa Osing.

Kumpulan Cerita Pendek Berbahasa Osing “Kembang Galengan”. Selain itu, di Desa Tamansuruh, juga telah berdiri sebuah destinasi wisata kuliner dengan konsep PUJASERA ditepi sawah, bernama “Kembang Galengan”.

View Persawahan Kembang Galengan, Desa Tamansuruh Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi-Jatim.

Makna Kembang Galengan itu sendiri, menurut budayawan, penulis novel, dan pendiri kuliner Kembang Galengan memiliki arti yang berbeda-beda.

Syair lagu Kembang Galengan, Cipt: Andang CY adalah sebagai berikut:

Kembang Galengan
Meletik sing gowo aran
Tanpo rupo tanpo gondo
Mekare mung sak sorenan

Kembang galengan
Kaudanan kepanasan
Kaidek eman-eman
Dipetik sopo oyan

Kaidek eman-eman
Dipetik sopo oyan
Dipetik sopo hang oyan

Kaidek eman-eman
Dipetik sopo oyan
Dipetik sopo hang oyan

Taping temengo nyawang langit
Ngelirik umike godhong
Weruh obahe wit-witan
Kepingin milu angin
Nggoleti sangkan paran

Kembang galengan
Iming-iming ono emas berlian
Aluk mituhu nunggu kedokan
Meluk nggandholi lemah perujukan.

Menurut Budayawan Senior Banyuwangi, Begawan Tjiptoroso yang pensiunan Guru SMKN I Glagah mengatakan “Syair Lagu Kembang Galengan penuh pergolakan batin yang sangat dalam, ” katanya.

Lebih lanjut Begawan Tjiptoroso meneruskan “… Kembang Galengan adalah sebuah gambaran spiritual tentang sekuntum bunga kembang wangi kehidupan, kesempurnaan yang menjanjikan jalan lurus ‘kenceng koyo galengan’. Kembang bisa berkonotasi perempuan tapi Kembannge wong urip (kembangnya orang Hidup).

Makna perempuan disini hilang, sedang ‘kembange wong urip’ itu artinya adalah lika liku kehidupan manusia. Kembang bukan hanya gambaran wujud wanita, tapi bisa berarti wujud dari sebuah pandangan hidup. Itu tersirat dari kata Kepingin milu angin, Nggoleti sangkan paran.

Milu angin, berarti ikut wacana kehidupan yang disodorkan sekelompok orang.

Nggoleti sangkan paran, mencari kebenaran sejati, kebenaran hakiki bahwa hidup ini tidak sekedar pantas dijalani tapi lebih pantas direnungi, bahwa alam semesta ini tak mungkin langsung ada pasti ada yang merencanakan dan membuatnya.

Seperti juga manusia, berawal dari tiada menjadi ada. Setelah adanya ada
manusia kembali menjadi tiada.
Sedang Galengan, bukan tempat tanam bunga, tapi lambang jalan lurus, jalan kebenaran, jalan penuh nilai spiritual, jalan yang memiliki kewenangan sebagai batas tatanan kehidupan.

Kembang Galengan, Kaudanan kepanasan Kaidek eman eman, Dipetik sopo oyan.
Kaudanan kepanasan, menggambarkan pergolakan batin, ada debat ada bela ada hujad.

Kaidek eman eman, Dipetik sopo oyan.
Dibuang di injak eman eman, dibuang tidak dihiraukan, seru emane, karena itu ajaran.
jika kau genggam, jika kau ikuti ajaran itu, gak ada yang oyan, gak ada yang protes.
Dipetik sopo oyan,

Taping temengo nyawang langit, Ngelirik umike godong, Weruh obahe wit witan, Temengo nyawang langit, yang berarti, germangu, ndomblong, melongo terheran heran.

Ngelirik umike godong Weruh obahe wit witan. Melihat wacana kehidupan sekitar tentang ajaran, tentang pandangan hidup yang di ikuti oleh banyak orang.
Temengo nyawang langit, melihat keatas
matanya lurus memandang langit.

YANG TERLIHAT…
Ada sekian banyak keajaiban disana, ada sekian banyak mukjijat menggantung disana. Sungguh….betapa hidup ini…

KEMBANG GALENGAN
Sebuah tatanan yang memiliki sekian banyak mustika kehidupan. Kembang Galengan, Iming iming ono emas berlian, yang berarti jika dalam hidup kau lewat jalan ini, jalan lurus galengan ini, jalan penuh berkah illahi robbi. Lalu kau genggam mustikanya, kau ikuti ajaran ajaranNya, kau patuhi titah hidupNya.

Pastinya, akan kau dapatkan emas berlian sebagai ganjaran. Tentunya, sebagai bekal di hari penasbihan, ada sorga nan indah disediakan.

Iming Iming Ono Emas Berlian
Namun apa yang terjadi ?
Ada debat di dada ini, ada pergolakan batin di jiwa ini.

Akhirnya diputuskan
Aluk mituhu nunggu kedokan, meluk nggandoli lemah perujukan_.

Aluk mituhu nunggu kedokan
Yang berarti Aku disini saja…isun nang kene baen… nunggu kedokan, nunggoni tinggalane emak, nunggoni tinggalane bapak, nunggoni warisan, nungguni sawah panguripan. Iki tinggalane wong tuwek isun, iki tinggalane leluhur isun. (Saya disini saja nunggu kedokan, menunggui peninggalannya Bapak, warisan, menunggui sawah penghidupan. Ini peninggalan orang tua saya, peninggalannya leluhur saya).

Meluk nggandoli lemah perujukan
Yang artinya Nggegem singset ‘ajaran leluhur_’, meluk ajarane leluhur yang tumbuh sejak aku masih kecil , yang tumbuh sejak dulu di tanah leluhur ini. Di tanah kelahiran ini.

Kembang Galengan
ngelirik umike godong
weruh obahe wit witan
Merupakan suasana batin, perdebatan batin, sebuah kebimbangan,
Yang menguras rasa” jelasnya.

Menurut Wiwin Andayani artis penyanyi yang mempopulerkan Kembang Galengan mengatakan saat di sela sela Ngisi Podcash di Wowok Kembali kè Desa “… syair lagu Kembang Galengan sangat dalam. Setiap orang yang membawakan dapat mengapresiasi menurut pemikirannya. Bisa dari jenis kembangnya, bisa dari kata-katanya yang tersirat” katanya. (16/01/2023)

Menurut ahli bahasa Osing, Ayong Laros mengatakan “…Syair Kembang Galengan itu ditulis oleh Bs Nurdian, kemudian gending nya oleh Andang CY. Memang pak BS Nurdian sangat ahli dalam menciptakan syair lagu yang penafsirannya sangat dalam, ” kata Ayong.

Lain lagi menurut Owner Destinasi Kuliner Kembang Galengan yang juga adalah Ketua Umum Komunitas Osing Pelestari Adat Tradisi (Kopat) Banyuwangi Ir. Wowok Meirianto, MT. Kembang Galengan yang dimaksud adalah DREJEG, yaitu jenis rerumputan kecil, runcing, seperti paku yang tegak berdiri (jejeg), di pematang sawah, memiliki makna sebuah pendirian yang tegak, konsisten, serta rejeki yang ajeg. (AWi)

Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *