Lesbumi NU (Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia – Nahdlatul Ulama), menyelenggarakan , pameran lukisan di Ilyasin Studio Plantaran Lemarang Tamansuruh.
Sebanyak 70 karya dipajang, dalam satu gedung cukup representatif sebagai sebuah galeri milik pelukis Ilyasin. Kalau setiap pelukis yang diajak ikut pameran mengirimkan satu karya, berarti pameran ini diikuti 70 pelukis dengan karakter karya yang sama sekali tidak sama.

Para pengunjung menikmati lukisan yang dipajang pada Pameran Lukisan dan Sastra kolabirasi Lesbumi PCNU Banyuwangi dan Komunitas Satu Sama.
“Saya senang menggelar pameran bersamaaan dengan hajatan harlah se abad NU, “kata N. Kojin koordinator komunitas Satu Sama
Menurut N. Kojin , pihaknya memang tidak bermuluk-muluk dalam menentukan target sasaran yang hendak dicapai dari pameran.
“Ini adalah pameran apresiasi, tanpa target muluk perupa dan Lesbumi ini lebih berbudaya, dari dulu NU memang memperhatikan seni dan budaya,” tambahnya.

Mayoritas karya yang ditampilkan karya seni rupa realistik seorang seniman berusaha untuk menyalin sebuah subjek dalam suatu karya sebagaimana tampil dalam kehidupan sehari-hari tanpa tambahan embel-embel atau interpretasi tertentu. Maknanya bisa pula mengacu kepada usaha dalam seni rupa untuk memperlihatkan kebenaran. Seni yang memiliki makna berbeda-beda tergantung dari sudut mana melihatnya, pasti tidak mudah mewujudkan. Dari berbagai media, nafas, karakter gaya, pakem, corak, aliran, dan idialisme para pelukis tentunya dibutuhkan konsentrasi penuh, pungkas Kojin.
Karya-karya yang dipajang akhirnya memang nampak lebih membumi. Puluhan tamu undangan banyak yang datang ke ruang pameran yang dimeriahkan Akustikan Epeng dan kawan-kawan dari Temenggungan Banyuwangi.
Pameran ini diikuti 70 perupa dari diresmikan oleh Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, KH Moh Ali Makki Zaini (Gus Makki) “Baru akan bisa terulang dg momentum yg sama kelak 100 Tahun lagi. Selamat SATU SAMA berkolaborasi dengan LESBUMI telah mengisi aktivitas kesenirupaan satu-satunya di Banyuwangi dalam rangka memperingati 100 Tahun NU. Adem dan nyenengke, ” kata Gus Maki.
“Pameran ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk mengiringi diselenggarakannya Harlah seabad NU yang diselenggarakan Lesbumi PCNU Banyuwangi,” ungkap
Gus Makki
“Bahkan, para pelukispun sengaja ngaji langsung pada alam, menyebabkan para pelukis memiliki kemandirian serta kepekaan (hubungan) batin dengan kemanusiaan, perupa sesama perupa, perupa kepada masyarakat, kepada alam semesta dan seisinya, pungkasnya.
Bertajuk Pameran Seni Rupa dan Karya Sastra Lesbumi-PCNU Banyuwangi gelar pameran karya kolaborasi dengan dukungan sepenuhnya Bertajuk Pameran Seni Rupa dan Karya Sastra kata Lesbumi-PCNU Banyuwangi gelar pameran karya kolaborasi dengan Komunitas Satu Sama dengan dukungan sepenuhnya dari Ilyasin Art Studio di Pelantaran Desa Taman Suruh Kecamatan Glagah, 1-7 Pebruari 2023.
Menurut Ilyasin Owner Galeri Ilyasin Studio ” Seni akan terus bergerak tanpa harus terbatas dengan ruang dan waktu. Berbagai karya seni akan terus lahir, seiring dengan dinamika kehidupan yang terus mengalir. Aliran hanyalah penamaan untuk penanda.
“ujarnya.
Bagi seniman yang berangkat dari disiplin seni rupa, pameran ini merupakan kesempatan untuk bereksplorasi dan berbagi gagasan dengan seniman lintas disiplin.
Pameran ini sebagai langkah awal memulai aktifitas untuk mewarnai geliat seni rupa di Banyuwangi. Juga sebagai bukti Seni rupa tidak berjarak dengan masyarakat “katanya.
Pada pameran ini, mendukung seniman untuk melakukan eksplorasi interdisipliner melalui medium seni rupa untuk mengembangkan diri, membuka ruang kolaborasi antar-disiplin, dan ruang pertukaran informasi antara seniman dengan masyarakat pada proses penciptaan dan presentasi karya seni rupa, tambahnya.
Sementara Taufik Wr. Hidayat selaku Ketua Lesbumi-NU Banyuwangi mengatakan “saya juga sangat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan pameran lukisan ini, dan kegiatan ini sangat bagus karena, pameran kolaboratif semacam ini penting pada kondisi seperti sekarang ini, seni menjadi semacam vaksin bagi kemanusiaan menjadi imun bagi peradaban,” katanya.
Pameran Lukisan dan Sastra yang diselenggarakan Lesbumi NU berkolaborasi dengan komunitas Satu Sama Banyuwangi bertujuan menguatkan rasa solidaritas antar seniman di Banyuwangi dan para pecinta seni Banyuwangi.
“Di tengah kelesuan ekonomi akibat pandemi, Lesbumi NU Banyuwangi berupaya untuk turut meramaikan pasar dan pariwisata Kabupaten Banyuwangi, dengan harapan keterpurukan ekonomi kita akibat pandemi ini kembali bangkit dan pulih, “tambahnya.(Ilham Triadi)


Komentar