oleh

Riyadi dan Rumah Sederhananya Tegar di Tengah Kesulitan Jelang Lebaran

BANYUWANGI, Jurnalnews – Hari raya semakin dekat, dan sebagian masyarakat mulai sibuk mempersiapkan keperluan untuk merayakan kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Para warga perantau juga sudah mulai berdatangan untuk berkumpul dengan keluarga dikampung halaman mereka, sehingga kini terdapat wajah-wajah baru di seluruh pelosok desa.

Namun, ketika sebagian warga sibuk mempersiapkan keperluan lebaran, mari kita menengok sisi lain kehidupan seorang warga yang hidupnya bisa dibilang sangat sulit.

Riyadi (65), seorang pria yang tinggal di Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, memiliki kehidupan yang sangat prihatin.

Selain hidup sendiri, Riyadi tidak memiliki pekerjaan tetap, hanya bekerja sebagai buruh tani. Riyadi juga tidak memiliki pendamping hidup semenjak ia bercerai dengan sang istri.

“Saya tinggal sendirian di sini. Saya pernah menikah pada tahun 80-an, dan semenjak bercerai sampai sekarang, saya hidup sendirian,” Ungkapnya.

Riyadi tinggal di rumah yang sangat sederhana. Hampir semua dinding rumahnya terbuat dari bambu, dan sekarang mulai lapuk juga usang. Bahkan pintu kayunya sudah tak layak karena usia.

Meski begitu, Riyadi tetap bersyukur atas karunia Tuhan yang diberikan padanya. Kesabaran yang melekat pada dirinya selalu membuatnya bahagia, meski ia hidup dalam keterbatasan ekonomi.

“Keseharian saya bekerja sebagai buruh tani. Kalau rumah, yang penting bisa digunakan untuk berteduh,” ucap Riyadi saat ditemui di depan pelataran rumahnya.

Melihat kehidupan Riyadi yang penuh kesederhanaan ini, kita dapat belajar tentang rasa syukur dan kebahagiaan yang dapat kita temukan dalam hal-hal yang sederhana dan tidak istimewa.

Mengapa pemerintah daerah enggan melihat atau mungkin belum tahu jika di Banyuwangi masih terdapat warga masyarakat yang membutuhkan uluran tangan.

Ketika ditanya soal bantuan, Riyadi menjawab bahwa ia belum pernah mendapat bantuan apapun dari pemerintah.

Mengapa ketidakseimbangan terjadi di depan mata kita. Hari ini, program bedah rumah dan bantuan sembako serta uang tunai terus gencar dibagikan oleh pemerintah. Namun, Riyadi lepas dari target pantauwan itu.

Bicara soal rumah, memang rumah Riyadi berdiri di atas tanah milik orang lain, tetapi apakah tidak ada solusi dari pemerintah untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Sementara itu, pantauan media menjelaskan bahwa Riyadi membangun rumah tersebut di atas tanah milik orang lain.

Riyadi memang membutuhkan uluran tangan pemerintah, terutama menjelang lebaran. Jangan hanya baju dan kue sekedar untuk makan keseharian saja mungkin ia masih bingung, maka kebutuhan hidupnya tetaplah penting.

Penulis : Rony Subhan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *