oleh

Ritual KEBO-KEBOAN ALASMALANG dipadati Ribuan Pengunjung

Masyarakat Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi memiliki tradisi unik yang selalu digelar setiap awal Bulan Suro penanggalan Jawa.

Ritual adat Kebo-keboan Alas Malang dipadati ribuan masyarakat yang sudah sangat menantikan tradisi ritual adat Kebo-keboan pada Minggu (30/07).

Pusat ritual Kebo-keboan digelar di simpang empat jalan desa, tepatnya di depan Balai Dusun Krajan, Desa Alasmalang.

IMG-20230730-WA0194

Gapura selamat datang yang berhiaskan ornamen hasil bumi berupa sayur dan buah-buahan menyambut pengunjung dari empat sisi.

Ritual ini pun, turut menjadi ladang rezeki bagi para pedagang yang menggelar lapaknya di sepanjang jalan menuju lokasi ritual.

Ritual Kebo-keboan Alas Malang menyedot ribuan masyarakat untuk menyaksikannya. Suasana meriah dan penuh kegembiraan terlihat di wajah para penonton maupun peserta ritual.

Namanya Kebo-Keboan (Kerbau-kerbauan) Alasmalang, tradisi masyarakat setempat sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah.

IMG-20230730-WA0199

Kebo-Keboan Alasmalang merupakan ritual adat yang dilakukan oleh masyarakat petani. Ritual ini telah ada sejak abad ke-18.

Tradisi agraris ini ditandai dengan kenduri desa dan diakhiri dengan ritual ider bumi, dimana puluhan “kerbau” mengelilingi empat penjuru arah mata angin di desa tersebut. Serta melakukan ritual layaknya siklus bercocok tanam, mulai dari membajak sawah, mengairi, hingga kerbau ini menemani petani saat menabur benih padi.

“Kerbau” dalam tradisi ini adalah petani yang didandani layaknya seekor kerbau. Badannya dilumuri jelaga hingga hitam pekat seperti kerbau, di kepalanya juga mengenakan asesoris berbentuk tanduk dan gelang kerincing di tangan dan kakinya mirip kerbau.

IMG-20230730-WA0192

Mereka berkubang, bergumul di lumpur, dan bergulung-gulung di sepanjang jalan yang dilewati. Saat berjalan pun di perut mereka ditali seperti kerbau. Ritual ini merupakan simbolisasi penghormatan kepada leluhur dan alam agar panen melimpah.

Ritual ini ditandai dengan kenduri desa dan diakhiri dengan ritual ider bumi. Puluhan “kerbau” mengelilingi desa dengan arah empat penjuru arah mata angin.

Bupati Banyuwangi Ipuk Festiandani hadir secara langsung dalam ritual adat ini. Ipuk mengungkapkan rasa terima kasihnya terhadap tokoh masyarakat, panitia serta masyarakat pada umumnya yang terus melestarikan kearifan lokal ini. Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Abdullah Azwar Anas.

IMG-20230730-WA0191

“Ritual ini merupakan agenda tahunan yang merupakan bentuk ikhtiar masyarakat kepada Tuhan sehingga ritual ini mengandung makna yang baik. Atas nama Pemkab, kami sangat mendukung semua kegiatan masyarakat. Pemkab berkomitmen mendukung dan mempromosikan berbagai kegiatan budaya. Semoga dengan ritual ini, hajat kita dapat dikabulkan Tuhan,” kata Ipuk.

“Ini adalah salah satu warisan budaya yang harus kita lestarikan dan kembangkan. Saya salut dengan masyarakat Alas Malang yang tetap menjaga tradisi ini,” ujarnya.

Ipuk menambahkan ritual ini juga merupakan ikhtiar masyarakat Alas Malang kepada Tuhan agar diberikan panen yang baik dan melimpah. “Ini adalah bentuk syukur dan doa kepada Sang Pencipta. Semoga Alas Malang dan Banyuwangi selalu diberkahi dengan kemakmuran dan kesejahteraan,” harapnya.

Tambah Ipuk pemerintah daerah berkomitmen mendukung pelestarian budaya termasuk Kebo-keboan Alas Malang. “Kami akan terus memberikan fasilitasi dan bantuan untuk melestarikan budaya ini. Budaya adalah identitas kita sebagai bangsa. Jika kita tidak menjaga budaya kita, maka kita akan kehilangan jati diri kita,” tegasnya.

Setiap tahunnya, ritual ini diadakan di awal Bulan Suro. Ritual Kebo-Keboan Alasmalang diwali dengan makan tumpeng bersama sebagai bentuk silaturahmi dan ramah tamah. Para jajaran Pemkab serta tokoh masyarakat duduk bersama di jalan untuk menyantap tumpeng yang telah disiapkan.(Ilham Triadi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *