oleh

Tuntasnya Proyek Pembangunan Jalan Bermetode Paving di Desa Sembulung; Sebuah Evaluasi Kritis

-Berita-1.068 views

BANYUWANGI, Jurnalnews – Tahap pembangunan jalan menggunakan metode paving telah berhasil diselesaikan di wilayah Banyuwangi. Meskipun telah mencapai tahap akhir, terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan terkait hasil akhir proyek tersebut.

Pertanyaan muncul mengenai kesesuaian hasil pembangunan jalan ini dengan spesifikasi yang tertera dalam gambar rencana, mengingat pentingnya menjaga agar jalan yang dibangun memiliki tampilan rapi dan permukaan yang rata tanpa adanya cacat pada pemasangan paving maupun ketidakrataan pada penataan tanah di sekitarnya.

Proyek ini terletak di belakang kantor desa, khususnya di wilayah Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Jawa Timur. Namun, tampaknya terdapat beberapa kendala dalam hal komunikasi proyek tersebut kepada masyarakat luas.

Ketidaktersediaan papan informasi proyek menyebabkan minimnya informasi terkait asal usul proyek tersebut, apakah berasal dari instansi Dinas terkait atau berinitiatif dari pemerintahan desa setempat.

Seorang warga setempat mengungkapkan bahwa proyek ini baru-baru ini menyelesaikan tahap pengerjaannya. Lokasinya terletak di tengah-tengah lahan persawahan, membentang di sepanjang jalan yang mengarah ke perkampungan sebelah.

“Dalam beberapa hari terakhir, proyek pembangunan ini telah mencapai titik akhir pengerjaan. Jika saya ditanya mengenai hasil pekerjaan bangunan itu, Anda bisa melihatnya sendiri,” tegas salah satu warga RS.

RS menyebut sayangnya, terdapat beberapa kekurangan dalam hal keakuratan pemasangan material. Pertanyaannya adalah, apakah struktur yang dibangun seperti ini dapat memastikan daya tahan bangunan ini di masa mendatang?,” papar RS yang enggan disebut nama terang.

Suprayitno, Kepala Desa Sembung, dengan tegas mengungkapkan bahwa pihak CV yang terlibat dalam proyek belum pernah secara resmi mengirimkan surat pemberitahuan kepada pihak Desa Sembulung. Ia menjelaskan bahwa satu-satunya bentuk komunikasi yang terjadi adalah melalui pesan singkat WhatsApp (WA), di mana pihak CV memberikan informasi mengenai rencana pelaksanaan proyek paving di wilayah Desa Sembulung.

Namun, permasalahan yang muncul adalah ketidaktersediaan papan nama proyek pengerjaan paving di lokasi. Hal ini menyebabkan adanya ketidakjelasan mengenai asal usul proyek tersebut. Masyarakat setempat tidak memiliki informasi yang cukup mengenai proyek ini, apakah inisiatif berasal dari pihak berwenang terkait atau merupakan usulan dari pihak desa.

“Kami belum menerima surat resmi berisi pemberitahuan proyek ini dari pihak CV. Saat itu mereka hanya memberi tahu melalui pesan WhatsApp bahwa rencana pembangunan jalan paving akan dilakukan di wilayah Desa Sembulung,” jelas Suprayitno.

Ketidakjelasan ini semakin diperparah oleh fakta bahwa papan nama proyek tidak terpasang di lokasi proyek. Hal ini menambahkan lapisan kebingungan dalam mengidentifikasi sumber proyek dan tanggung jawab yang terkait.

Penulis : Rony Subhan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *