oleh

Protes dan Permintaan Pengembalian Dana Anggota FEC di Banyuwangi

BANYUWANGI, Jurnalnews – Puluhan anggota Future E-Commerce (FEC) berkumpul di kantor pemasaran FEC yang berlokasi di Dusun Petahunan, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, Jawa Timur

pada malam Rabu sekitar pukul 22.00 WIB. Kedatangan mereka bukan tanpa alasan, melainkan sebagai wujud protes dan permintaan pengembalian dana yang sah.

Kehadiran anggota FEC ini bertujuan untuk mengajukan pertanggungjawaban kepada para tutor atau upline mereka terkait dana yang telah mereka setorkan ke rekening FEC Shopping Indonesia.

Permasalahan yang muncul terkait dengan masalah teknis pada aplikasi yang digunakan oleh anggota FEC, yang mengalami gangguan dan tidak dapat digunakan sepenuhnya.

Situasi ini menciptakan ketidaknyamanan dan kebingungan di antara anggota FEC, yang merasa perlu mengambil langkah konkret untuk memastikan dana mereka dikembalikan dengan benar.

Mereka menginginkan klarifikasi dan solusi dari pihak FEC Shopping Indonesia untuk menyelesaikan masalah ini secara adil dan transparan.

Di lokasi, terjadi perdebatan yang melibatkan anggota dan tutornya. Mereka meminta pertanggungjawaban terkait dana yang telah mereka setorkan ke rekening kantor FEC Shopping Indonesia.

Salah satu korban, Dewi Santika, menceritakan bahwa ia baru saja bergabung dengan FEC selama satu bulan, atas ajakan seorang teman. Dia tergiur oleh janji keuntungan berlipat ganda dan akhirnya menyetor sejumlah uang ke rekening kantor FEC Shopping Indonesia.

“Saya tergiur dan akhirnya menjadi anggota karena konsepnya mirip dengan menggandakan uang. Contohnya, jika kita bergabung dengan 600 ribu, dalam satu bulan bisa mendapatkan lebih dari satu juta. Begitu juga dengan yang bergabung dengan 310 ribu, bisa mendapatkan sekitar 600 ribu sekian gitu,” ungkapnya.

Malam itu, menurut Dewi Santika,” saya mencoba mencari tutor untuk meminta salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Namun, tiga orang tutor tersebut tampak enggan memberikannya. Saya bermaksud untuk memiliki salinan KTP mereka sebagai upaya untuk mengatasi masalah serius yang mungkin muncul terkait FEC. Saya juga ingin memastikan bahwa jika ada masalah serius terkait FEC, kami memiliki cara untuk menghubungi mereka jika mereka bersedia menunjukkan KTP nya.” Jelasnya.

Saat ini, Kantor FEC Shopping Indonesia yang terletak di Dusun Petahuan, Desa Jajag, tengah tertutup rapat. Beberapa anggota kami berkumpul di depan kantor, mereka mungkin ingin mengajukan pertanyaan atau meminta klarifikasi tentang janji yang telah dibuat oleh tutor mereka.

Selain itu, berdasarkan data yang kami kumpulkan di lapangan, kami mengetahui bahwa kantor FEC Shopping Indonesia hanya menyewa bangunan dari salah satu warga Desa Jajag selama tiga bulan. (Agus//Ry//JN).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *