BANYUWANGI, Jurnalnews – Seorang siswa SMP Negeri 2 Cluring yang dikenal dengan inisial R, terpaksa meninggalkan pilihan sekolahnya setelah mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan akibat perlakuan salah seorang guru di sekolah tersebut.
Peristiwa ini berawal dari insiden perkelahian antara beberapa siswa yang terjadi beberapa hari yang lalu di lingkungan SMP Negeri 2 Cluring, yang terletak di Dusun Krajan, Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Jawa Timur.
Siswa berinisial R terlibat dalam sebuah insiden perkelahian di dalam ruang kelas selama jam istirahat. Terdapat dugaan bahwa R sengaja diprovokasi oleh beberapa siswa lain untuk terlibat dalam perkelahian tersebut. Kejadian yang disesalkan ini disaksikan oleh sejumlah siswa yang lain.
“Perkelahian tersebut terjadi di dalam ruangan kelas, di mana dua anak yang terlibat tampaknya enggan terlibat dalam duel, tetapi siswa lainnya dipaksa untuk terlibat dalam insiden tersebut, hingga terjadi siswa R dikeroyok,” ujar Sholeh, saudara siswa R.
Sholeh mengakui bahwa setelah menerima laporan dari keponakannya, dia segera membuat pengaduan insiden tersebut ke Polsek Cluring. Hari ini 11 September 2023, di SMP Negeri 2 Cluring, dilakukan mediasi antara wali murid korban, beberapa guru, dan kepala sekolah serta sejumlah anggota Polsek Cluring.
Menurut Sholeh, salah seorang guru telah menyampaikan kepada anak tersebut untuk segera mencari sekolah lain.
“Setelah melalui proses mediasi, siswa R tetap memutuskan untuk pindah sekolah. Kemungkinan besar karena pengaruh omongan dari seorang guru tertentu. Keponakan saya bahkan pernah absen sekolah selama satu hari karena dampak dari masalah ini, yang akhirnya menimbulkan rasa trauma. Meski sudah bayar kain seragam dan iuran Agustusan,” ungkap Sholeh.
Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Cluring, Seneng Hariyanto, saat dimintai keterangan, menyatakan bahwa mediasi telah berhasil dilakukan dan telah selesai. Menurutnya, siswa R telah memutuskan untuk pindah sekolah. Ketika ditanya tentang pernyataan mengenai oknum guru, pihaknya membantah.
“Sudah selesai dan tidak ada masalah. Siswa R mengatakan ingin mondok. Tidak ada satupun oknum guru di sini yang mengeluarkan pernyataan tersebut,” tegas Seneng Hariyanto.
Penulis : Rony Subhan


Komentar