oleh

Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) 3 Perkerisan Indonesia malaksanakan uji kompetensi kepada tenaga kebudayaan perkerisan di Tulungagung

Tulungagung, Jurnalnews.com – Uji kompetensi yang dilakukan LSP 3 Perkerisan Indonesia mencakup tiga skema sertifikasi, yaitu panjak, edukator keris, dan pangrukti (perawat keris). Dari 28 peserta yang mengikuti ujian, sebanyak 28 asesi dinyatakan lulus dan kompeten setelah melalui proses sidang pleno.
Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) 3 Perkerisan Indonesia Uji kompetensi yang dilakukan LSP 3 Perkerisan Indonesia mencakup tiga skema sertifikasi, yaitu panjak, edukator keris, dan pangrukti (perawat keris)
Kegiatan Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Profesi Tenaga Kebudayaan Bidang Perkerisan diadakan di TUK S Pendopo Kabupaten Tulungagung. Acara ini terselenggara berkat kolaborasi antara Lembaga Sertifikasi Profesi Perkerisan Indonesia ( LSP 3 Perkerisan ) dan Dinas Kebudayaan Parwisata, serta mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Tulungagung pada Sabtu-minggu (12-13/7/2025).

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan profesionalisme pelaku ekonomi kreatif di sektor kriya logam keris, serta memperluas kompetensi mereka dalam bidang perkerisan. Kegiatan ini diikuti oleh 28 peserta yang terdiri dari seniman dan pengrajin keris, termasuk 10 orang perwakilan dari Disbupar Kabupaten Tulungagung dan peserta mandiri ; dari Malang 2 orang, Surabaya 5 orang, Trenggalek 3 orang, Lumajang 4 orang, Madiun 2 orang dan Lamongan 1 orang. Mereka mengikuti ujian kompetensi dalam tiga bidang okupasi yang berbeda, yaitu edukator keris, panjak keris dan pangruki (perawat keris).

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, peserta diberikan pengetahuan mendalam dan praktik langsung, dengan sesi wawancara individu yang menggali pengalaman mereka sebagai pelaku seni dan pengrajin keris. Tim LSP 3 Perkerisan Indonesia, yang dipimpin oleh Direktur Agung Guntoro Wisnu SE, didampingi oleh 6 asesor lainnya, bertanggung jawab atas pelaksanaan ujian kompetensi inidan dihadiri master assesor DR. Rony Wardhana.

Agung Guntoro Wisnu, Direktur LSP 3 Perkerisan, dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta dan menyampaikan rasa terhormat atas kepercayaan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting dalam mengakui dan meningkatkan profesionalitas profesi di bidang perkerisan, yang diharapkan akan menghasilkan standarisasi kompetensi di tiga bidang okupasi: edukator keris, panjak, dan pangruki.

Sementara itu mewakili panitia penyelenggara, Eko Pulanggeni menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada LSP 3 Perkerisan, tim asesor, serta para peserta yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ia berharap bahwa kegiatan ini dapat menjadi bagian dari pengembangan sumber daya manusia , khususnya dalam sektor wisata dan kebudayaan khususnya dibidang perkerisan.
Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Profesi Tenaga Kebudayaan Bidang Perkerisan
Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Profesi Tenaga Kebudayaan Bidang Perkerisan
Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan akan terwujudnya peningkatan kualitas dan profesionalitas di bidang perkerisan, yang tidak hanya bermanfaat bagi para pelaku industri keris, tetapi juga bagi masyarakat dan sektor pariwisata di Kabupaten Tulungagung.(Ilham T.)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *