oleh

Pembelajaran Interaktif dengan “Board Game” Untuk Program Kesetaraan PKBM Homeschooling HSPG Jember

Jember, 19 Juli 2025 — Upaya pengembangan media pembelajaran inovatif kembali dilakukan oleh tim Training and Development, Program Studi Pendidikan Luar Sekolah FKIP Universitas Jember. Melalui hibah Pengabdian Pemula yang dipimpin oleh Ibu Nani Sintiawati, M.Pd, tim ini berhasil menciptakan dua board game edukatif bertema lingkungan hidup, yaitu Eco Wonder dan Eco Saver.

Board game ini pertama kali dikembangkan pada tahun 2023 dan telah melalui serangkaian uji coba, mulai dari uji keterbacaan hingga uji keramahannya terhadap anak. Salah satu uji coba dilakukan di Kelompok Bermain (KB) Yasmin, sebelum akhirnya disempurnakan kembali pada tahun 2025.

Dalam versi terbarunya, kedua permainan ini dirancang untuk mengasah pemahaman anak-anak, terutama peserta didik program kesetaraan Paket A, mengenai ilmu pengetahuan alam dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Ketua Tim Pengabdian, Ibu Nani Sintiawati, S.Pd., M.Pd. menyatakan bahwa permainan ini dibuat dengan pertanyaan yang mudah dan sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Permainan pertama, Eco Wonder, berbasis spinner yang mengarahkan peserta didik pada berbagai zona seperti gunung, hutan, kota, laut, dan desa. Di setiap zona, peserta akan mendapatkan kartu pertanyaan yang dipandu oleh pendidik.

Sementara itu, permainan kedua, Eco Saver, berbentuk seperti permainan monopoli yang dapat dimainkan oleh enam orang. Permainan ini mengajak anak-anak memahami pentingnya perilaku ramah lingkungan dalam aktivitas sehari-hari seperti bangun tidur, bermain, makan siang, hingga berkumpul bersama keluarga. Setiap tahap permainan disertai kartu tugas yang harus diselesaikan, dan peserta akan memperoleh poin berupa bintang atau skor numerik.

Baik Eco Wonder maupun Eco Saver dirancang fleksibel sehingga dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan pendidik dan karakteristik peserta didik. Dalam pelaksanaan uji coba di Homeschooling Primagama Jember, Kepala HSPG Jember Ibu Novy Anggraini, A.Md.T memberikan saran. “Kalo bisa setiap kartu dilengkapi dengan jawaban yang benar,” ungkapnya. Hal ini bertujuan mempermudah pendidik dalam memberikan penjelasan dan klarifikasi ketika peserta didik membutuhkan bantuan.
Dengan diserahkannya secara resmi dua media pembelajaran ini ke Homeschooling Primagama, diharapkan pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif, menyenangkan, dan kontekstual dapat terus dikembangkan di lingkungan pendidikan nonformal maupun formal. (miskawi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *