oleh

Gas Melon Diserbu Warga, Operasi Pasar di Bajulmati Ricuh! Ratusan Pulang dengan Tabung Kosong

Banyuwangi, Jurnalnews.com – Operasi pasar tabung gas LPG 3 kg yang digelar pada Rabu (18/3/2026) di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, berujung kisruh. Ratusan warga yang sudah memadati lokasi sejak pagi terpaksa pulang dengan tangan hampa karena kuota gas yang terbatas dan sistem distribusi yang dinilai semrawut.

Sejak pagi hari, warga dari berbagai desa tampak berbondong-bondong datang dengan harapan bisa mendapatkan gas melon yang sudah langka lebih dari sepekan. Namun harapan itu pupus, setelah kuota yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah warga yang membludak, ditambah aturan pembelian yang berubah-ubah di lokasi.

Muniroh (48), warga Desa Sidodadi, mengaku kecewa berat setelah berjam-jam mengantre tanpa hasil.

“Saya sudah datang sejak pagi, antri karena pikirnya semua kebagian. Soalnya sudah seminggu lebih gas habis. Tapi di sini ribet, syaratnya berubah-ubah, dari fotokopi KTP sampai diminta KTP asli. Jadi malas, mending pulang saja,” keluhnya dengan nada kesal.

Kekecewaan serupa juga dirasakan Hawani (54), warga Desa Watukebo. Ia memilih menyerah setelah lama mengantre tanpa kepastian.

“Sudah capek antri dari pagi, tapi pembagiannya ruwet dan tidak teratur. Daripada buang waktu, lebih baik pulang, nanti beli di toko saja,” ujarnya.

Sementara itu, Supriono, warga Desa Bimorejo, mengaku geram dengan pola distribusi yang dinilai mempersulit warga.

“Saya ke sini mau beli, bukan minta gratis. Kok malah dipersulit. Sudah antri dari awal, tapi tidak jelas. Ya sudah, mending pulang saja,” ungkapnya.

Situasi di lapangan sempat memanas saat warga yang tidak sabar merangsek ke depan karena tidak ada sistem antrean yang jelas maupun pengeras suara untuk mengatur massa. Kondisi ini memicu kegaduhan dan sempat membuat petugas kewalahan. Aparat dari Pertamina yang dibantu Babinsa setempat terlihat berupaya menenangkan situasi.

Dimas, salah satu petugas dari Pertamina, menjelaskan bahwa total distribusi LPG 3 kg di wilayah Kecamatan Wongsorejo memang terbatas.

“Di RTH Bajulmati ada dua kendaraan, satu membawa 560 tabung dan satu lagi 200 tabung. Sementara di kantor kecamatan ada tambahan 200 tabung,” jelasnya singkat.

Dengan jumlah total hanya 910 tabung untuk ribuan warga, tak heran jika banyak masyarakat yang akhirnya harus gigit jari. Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan distribusi gas bersubsidi yang belum merata, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri, saat kebutuhan masyarakat meningkat tajam. (Venus). 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *