Banyuwangi, Jurnalnews.com – Camat Wongsorejo bersama Pemerintah Desa Sumberanyar mendatangi Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an Abinaya Ilmi, Jumat (10/4/2026). Kedatangan tersebut sebagai bentuk kepedulian sekaligus menyampaikan simpati kepada keluarga santri yang dilaporkan hilang beberapa hari lalu.
Dalam kunjungan itu, rombongan bertemu langsung dengan pengasuh pondok, Ustadz Suhariyadi, serta orang tua santri, Abdul Basid. Mereka bersama-sama memanjatkan doa agar santri bernama Muhammad Syahrullah (13) segera ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat.
Ustadz Suhariyadi menjelaskan, Muhammad Syahrullah dikenal sebagai santri yang cerdas dan berprestasi. Saat ini, ia telah menghafal 10 juz Al-Qur’an. “Ananda itu anak yang cerdas, hafalannya sudah 10 juz. Bahkan ayahnya juga pernah menjadi santri saya di Sukorejo dan juga seorang hafiz,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pihak pondok sempat dihadapkan pada keinginan keluarga yang awalnya tidak ingin melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Namun, demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, laporan resmi tetap dilakukan. “Sebenarnya orang tua tidak ingin melapor, tapi demi keamanan bersama akhirnya kami tetap laporkan,” jelasnya.
Berbagai upaya pencarian telah dilakukan oleh pihak pondok bersama masyarakat. Setiap informasi yang masuk langsung ditindaklanjuti. “Kami selalu merespon setiap kabar. Ada yang bilang di Panji, langsung kami cek. Ada juga informasi di Jember, santri di sana kami minta membantu menelusuri. Semua upaya sudah kami lakukan, sisanya kami pasrahkan kepada Allah,” terangnya.
Pihak pondok juga telah melakukan penelusuran internal dengan menginterogasi para santri guna memastikan tidak ada perundungan (bullying). Hasilnya, tidak ditemukan indikasi tersebut. Dari keterangan teman dekat korban, sebelum menghilang, Syahrullah sempat mengaku terbebani target hafalan 15 juz dari ayahnya.
“Diduga, ia ingin menemui ayahnya yang saat ini masih berada di Situbondo, mungkin untuk meminta doa atau keringanan target hafalan, namun kepergiaanya tanpa pamit,” tambah Ustadz Suhariyadi.
Sementara itu, Abdul Basid selaku orang tua mengaku telah berusaha mencari keberadaan anaknya dengan menghubungi keluarga di berbagai daerah. Namun hingga kini belum membuahkan hasil. “Di Jakarta maupun di Kendit Situbondo juga tidak ada. Kami hanya bisa pasrah dan terus berdoa semoga anak kami segera ditemukan dengan selamat,” ujarnya.
Diketahui, Muhammad Syahrullah dilaporkan hilang sejak Selasa sore, 7 April 2026 sekitar pukul 15.00 WIB. Keberadaannya pertama kali disadari saat ia tidak mengikuti salat Ashar berjamaah di masjid pondok.
Pihak pondok telah mencoba menghubungi keluarga, namun yang bersangkutan tidak berada di rumah. Laporan resmi kemudian disampaikan ke SPKT Polsek Wongsorejo pada Rabu malam, 8 April 2026 sekitar pukul 21.00 WIB.
Hingga kini, pencarian masih terus dilakukan dengan melibatkan warga sekitar. Pihak pondok berharap masyarakat yang mengetahui keberadaan Muhammad Syahrullah dapat segera melapor melalui nomor 082 337 184 497 (Hasan Bashori) atau 085 232 651 280 (Ustadz Suhariyadi). (Venus)


Komentar