oleh

Rintisan Wisata “Pantai Kali Topo” di Wongsorejo Mulai Digarap, Pemuda dan Pemdes Sidodadi Kompak Bangun Ikon Baru Desa

Banyuwangi, Jurnalnews.com – Potensi alam pesisir di wilayah Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, mulai dilirik sebagai destinasi wisata baru. Pemerintah Desa Sidodadi bersama para pemuda setempat menginisiasi pengembangan rintisan wisata bertajuk “Pantai Kali Topo” melalui kegiatan kerja bakti bersih pesisir, Sabtu (11/4/2026).

Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari pemerintah desa, lembaga pendidikan, hingga komunitas pecinta olahraga alam. Langkah ini menjadi bentuk sinergi dalam mengoptimalkan potensi alam pesisir yang selama ini belum tergarap maksimal.

Kepala Desa Sidodadi, Sidik Wibisono, mengapresiasi penuh inisiatif para pemuda desa yang berperan aktif menggagas wisata edukasi tersebut. Ia menilai ide yang digagas oleh Eko Setiawan sebagai langkah visioner dalam mendorong kemajuan desa.

“Pemerintah desa sangat mengapresiasi Mas Eko yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk menciptakan wisata yang kita harapkan menjadi ikon Desa Sidodadi,” ujar Sidik.

Menurutnya, keberadaan potensi wisata merupakan anugerah yang patut disyukuri dan dikembangkan bersama. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi demi kemajuan desa ke depan.

“Ini adalah berkah dari Allah SWT. Mari kita bangun bersama-sama agar Desa Sidodadi semakin maju,” tambahnya.

Sementara itu, penggagas wisata Kali Topo, Eko Setiawan, menegaskan bahwa kegiatan yang dilakukan saat ini masih sebatas kerja bakti dan belum merupakan peluncuran resmi destinasi wisata.

“Kegiatan hari ini fokus pada kerja bakti bersama pemdes dan MTsN 12, disertai edukasi dari tim paramotor tentang paralayang serta edukasi dari tim penyelam,” jelas Eko.

Lokasi wisata Kali Topo sendiri berada di kawasan pesisir, tepat di sebelah timur tambak Sidojoyo, Desa Sidodadi. Area tersebut membentang luas dari utara hingga berbatasan dengan Desa Sumberkencono di sisi selatan, dengan jarak sekitar 100 meter dari bibir pantai.

Sebagai tahap awal pengembangan, lahan tersebut telah ditanami sekitar 200 batang kelapa jenis genjah entok. Selain itu, sejumlah fasilitas dasar juga mulai dibangun, seperti kamar mandi, warung UMKM, dan gazebo.

Ke depan, pengembangan akan terus dilakukan dengan menambah fasilitas seperti pendopo, aula, mushalla, hingga kolam pancing. Eko menargetkan, wisata Kali Topo dapat resmi diluncurkan pada bulan November 2026, bertepatan dengan tradisi petik laut nelayan.

“Nantinya kawasan ini akan menjadi wisata edukasi dan olahraga, mulai dari paralayang, penyelaman, hingga sarana olahraga seperti voli dan basket, sekaligus ruang sosial dan edukasi media sosial,” pungkasnya. (Venus). 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *