BANYUWANGI, Jurnalnews.com – Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai kegiatan “Rembuk Tani dan Makan Bersama Petani” yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Kamis (14/5/2026).
Ratusan petani yang hadir tampak antusias mengikuti dialog bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Bahkan, suasana semakin semarak ketika para petani kompak meneriakkan yel-yel penuh semangat, “Pupuk Aman, Gabah Bagus, Terima Kasih Pak Presiden Prabowo!”.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum diskusi soal pertanian dan ketahanan pangan, namun juga memperlihatkan kedekatan antara pemerintah dengan para petani. Dengan gaya santai dan membumi, Zulhas mengajak para petani menjaga kekompakan bersama para pemimpin bangsa demi mewujudkan Indonesia yang makmur dan petani yang semakin sejahtera.
“Saya diminta Presiden untuk ngecek harga gabah bagaimana. Tadi saudara-saudara udah denger sendiri gabah bagus, di atas Rp6.500. Saya diminta ngecek pupuk gimana, Alhamdulillah pupuk lancar, harga dapat diskon 20 persen. Saya ngecek juga irigasi gimana, irigasi juga bagus,” ujar Zulhas di hadapan para petani.
Dalam kesempatan itu, Zulhas juga menyerahkan bantuan simbolis berupa 2 ton pupuk non-subsidi kepada Ketua Poktan Sumber Urip Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, Moch. Sayidi.
Kunjungan kerja tersebut turut didampingi Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, serta dihadiri Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, jajaran SKPD, kepala desa, unsur TNI-Polri, dan ratusan petani dari berbagai wilayah.
Daconi menyampaikan bahwa distribusi pupuk subsidi di Jawa Timur, khususnya Banyuwangi, berjalan sangat lancar. Bahkan, tingkat penebusan pupuk di Jawa Timur telah mencapai hampir 50 persen dari total alokasi 2 juta ton.
“Termasuk Banyuwangi di dalamnya itu juga sudah 50 persen. Jadi ini menunjukkan kelancaran penyaluran, kemudian juga daya beli petani cukup baik, sehingga kita doakan semoga hasil panen tahun ini jauh meningkat untuk ketahanan pangan, hortikultura, dan juga pertanian,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Poktan Sumber Urip, Moch. Sayidi, mengaku bersyukur atas kondisi pertanian yang dinilai semakin membaik. Ia menyampaikan bahwa kelangkaan pupuk kini hampir tidak lagi dirasakan petani, ditambah harga gabah yang terus membaik.
Menurutnya, kebijakan penurunan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen sangat membantu meringankan biaya produksi para petani.
“Sekarang ini kan sudah diturunkan 20 persen. Yang dulunya itu Rp90.000 sampai Rp95.000, sekarang sudah Rp90.000 untuk Urea. Kalau untuk NPK Rp92.000, juga sudah turun 20 persen. Sekarang ini yang penting bagi petaninya itu pupuk tersedia, terus harga gabah bagus,” pungkas Sayidi.(AM)


Komentar