Banyuwangi, Jurnalnews.com – Di tengah kondisi anggaran desa yang mengalami efisiensi, Pemerintah Desa Wongsorejo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, tetap berkomitmen menjaga pelayanan kepada masyarakat. Aktivitas para perangkat desa di kantor desa pada Kamis (17/9/2026) tampak berjalan seperti biasa dengan semangat melayani berbagai kebutuhan warga.
Efisiensi anggaran Dana Desa (DD) tahun 2026, termasuk menurunnya penghasilan tetap (Siltap) perangkat desa, tidak menyurutkan semangat jajaran Pemerintah Desa Wongsorejo untuk menjalankan tugas pelayanan publik.
Kepala Desa Wongsorejo, Abdul Bakar, mengatakan kondisi keuangan desa tahun ini memang jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan pelayanan kepada masyarakat terhenti.
“Kondisi keuangan desa setahun ini memang sangat kecil, berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun 2025. Meski Siltap turun, teman-teman perangkat desa tetap semangat. Bagaimana lagi, semua ini demi pengabdian. Pengabdian tidak akan surut, walaupun ADD atau DD itu kurang,” ujar Abdul Bakar.
Ia menjelaskan, perangkat desa setiap hari mulai masuk kantor sekitar pukul 07.30 WIB. Setelah istirahat siang sekitar pukul 12.00 hingga 13.00 WIB, pelayanan tetap dijaga dengan sistem piket hingga sore hari.
Menurut Abdul Bakar, keberadaan petugas di kantor menjadi penting agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan ketika membutuhkan administrasi maupun keperluan lainnya.
“Intinya kantor jangan sampai tutup. Masyarakat ini membutuhkan pelayanan. Jam dua pun pasti ada orang, sehingga masyarakat yang membutuhkan tetap bisa terlayani,” katanya.
Di tengah keterbatasan tersebut, Abdul Bakar mengaku tetap berupaya mencari sumber dukungan lain untuk pembangunan desa. Salah satunya dengan menyampaikan proposal program kepada anggota legislatif melalui berbagai program kerja yang dianggap menjadi kebutuhan masyarakat.
Ia menyebut, kemampuan desa untuk melakukan pembangunan menggunakan Dana Desa tahun 2026 sangat terbatas.
“Kalau hanya mengharapkan anggaran Dana Desa di tahun 2026, saya rasa semua sudah tahu. DD sekarang tinggal Rp373 juta. Tapi kita tetap berusaha ingin membangun Desa Wongsorejo yang lebih maju,” imbuhnya.
Abdul Bakar mengatakan, selama masa pemerintahannya sudah cukup banyak pembangunan yang dilakukan. Namun, luas wilayah Desa Wongsorejo membuat kebutuhan pembangunan infrastruktur masih cukup besar, terutama akses jalan di wilayah Karangrejo Utara dan Karangrejo Selatan.
Menurutnya, pembangunan jalan menjadi salah satu prioritas karena akses tersebut berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat.
Selain jalan, kebutuhan sumur bor di sejumlah wilayah juga menjadi perhatian. Terlebih, terdapat kawasan yang secara geografis berada di wilayah atas dan membutuhkan sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Memang sudah banyak yang dikerjakan. Kalau mengharapkan uang Dana Desa sekarang, kita tahu sendiri, kita tidak bisa berbuat banyak. Paling pembangunan paving sekitar 300 meter,” jelasnya.
Abdul Bakar berharap kondisi anggaran desa pada 2027 dapat lebih baik sehingga sejumlah program yang sebelumnya telah direncanakan namun belum dapat direalisasikan akibat keterbatasan anggaran bisa kembali diprioritaskan.
Ia menyebut beberapa ruas jalan yang kondisinya masih membutuhkan penanganan telah melalui proses pengukuran dan perencanaan. Namun, realisasi pembangunan harus menyesuaikan kemampuan keuangan desa.
“Semoga tahun 2027 nanti, apa yang saya programkan kemarin dan tidak bisa dilaksanakan karena terbatas anggaran, bisa kita prioritaskan lagi. Terutama jalan yang parah, jalan besar di wilayah Karangrejo Utara dan Selatan,” ungkapnya. (Venus).


Komentar