oleh

VIRAL! Anak Kelas 5 Diduga Dibully dan Dipukuli, Aksinya Direkam Teman

Banyuwangi, Jurnalnews.com – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan aksi perundungan dan pemukulan terhadap seorang anak di bawah umur viral di media sosial. Dalam video tersebut, korban tampak mendapat perlakuan kekerasan di hadapan sejumlah anak lainnya. Bahkan, aksi tersebut diduga direkam menggunakan telepon seluler oleh salah seorang teman.

Peristiwa tersebut diduga terjadi di sekitar lingkungan lembaga pendidikan MI Al Islamiyyah, Desa SumberKencono, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, pada Selasa, 29 September 2026, sekitar pukul 14.30 WIB.

Video tersebut kemudian diketahui oleh pihak keluarga korban dan membuat orang tua korban mendatangi sejumlah pihak untuk mencari informasi mengenai kejadian yang menimpa anaknya.

Kepala MI Al Islamiyyah, Muzzayanah, mengaku terkejut setelah mengetahui adanya video tersebut. Ia mengatakan, pihak sekolah langsung melakukan koordinasi untuk mencari tahu kronologi sebenarnya.

Menurut Muzzayanah, pada saat kejadian tidak ada kegiatan pembelajaran MI. Aktivitas yang berlangsung di lingkungan lembaga tersebut merupakan kegiatan di tingkat MTs, termasuk latihan olahraga yang biasanya berlangsung setelah waktu Ashar.

Ia menjelaskan, lingkungan tersebut menaungi beberapa lembaga pendidikan, yakni KB, TK, MI dan MTs. Karena kejadian diduga berlangsung sebelum kegiatan pendampingan dimulai, guru yang bertugas mengaku tidak mengetahui secara langsung peristiwa tersebut.

“Saya juga kaget ketika diberi tahu videonya. Setelah saya konfirmasi, ternyata korban adalah anak MI kami, kelas 5. Saat kejadian memang tidak ada kegiatan MI. Yang ada kegiatan di MTs. Gurunya juga tidak mengetahui karena ketika datang, anak-anak sudah bubar,” ujar Muzzayanah pada awak Media di kantornya, Rabu (30/9/2026). 

Pihak sekolah juga masih melakukan konfirmasi mengenai siapa saja yang berada di lokasi saat kejadian. Sebab, berdasarkan informasi sementara, tidak seluruh anak yang berada di lokasi merupakan siswa MI Al Islamiyyah.

Sementara itu, Harno (37), orang tua korban, mengatakan anaknya berinisial A.A. (10), siswa kelas 5 asal Dusun Andelan, Desa SumberKencono.

Setelah menerima video yang memperlihatkan dugaan kekerasan terhadap anaknya, Harno mengaku langsung mencari informasi kepada teman-teman anaknya. Ia kemudian memilih menempuh jalur hukum dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

“Saya tempuh jalur hukum. Siapa yang rela anaknya dipukuli dan diinjak-injak seperti itu. Saya saja tidak pernah mencubit anak saya,” tegas Harno.

Berdasarkan cerita korban kepada orang tuanya, sebelum kejadian korban sedang memancing. Kemudian korban dijemput oleh dua orang temannya, yang disebut bernama Fian dan Kafa, dan diajak menuju lokasi kejadian.

Korban mengaku tidak mengenal anak yang diduga melakukan kekerasan tersebut. Sesampainya di lokasi, sempat terjadi percakapan menggunakan bahasa Madura yang tidak dipahami korban. Tidak lama kemudian, menurut pengakuan korban, terjadi aksi kekerasan yang kemudian direkam oleh salah seorang anak.

Namun demikian, identitas pelaku maupun motif kejadian tersebut masih dalam proses pendalaman aparat kepolisian.

Kapolsek Wongsorejo, AKP Eko Darmawan, melalui Kanit Reskrim Polsek Wongsorejo, Aipda Oktorio Wisnu Pradana, membenarkan adanya laporan dari orang tua korban.

“Ya, kami menerima laporan dari orang tua korban terkait kasus pemukulan anak-anak dan saat ini sedang dalam proses penyelidikan,” tegasnya.

Pihak kepolisian kini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti kronologi kejadian, identitas anak-anak yang terlibat, serta motif di balik dugaan aksi kekerasan tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan anak di bawah umur dan terjadi di sekitar lingkungan lembaga pendidikan. Penanganan secara hati-hati diperlukan agar fakta kejadian dapat terungkap tanpa mengabaikan perlindungan terhadap identitas serta hak anak. (Venus). 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *