oleh

Sosialisasi Rencana PLTB di Wongsorejo, Dua Desa Jadi Wilayah Kajian

Banyuwangi, Jurnalnews.com – Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di wilayah Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, mulai disosialisasikan kepada masyarakat. Sosialisasi yang dilakukan oleh PT WPD Indonesia Energy/PT Bayu Swaranusantara Energi tersebut berlangsung di Aula Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, pada Senin (26/10/2026), Siang. 

Kegiatan ini dihadiri perangkat Desa Bengkak, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta sejumlah tokoh masyarakat. Sosialisasi tersebut bertujuan memberikan gambaran awal mengenai rencana pengembangan energi angin sekaligus menyampaikan tahapan persiapan proyek kepada para pemangku kepentingan di tingkat desa.

Dalam pemaparannya, Project Development Manager, Aditya Pradhana, menjelaskan bahwa PLTB merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang berpotensi mendukung kebutuhan listrik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit berbahan bakar batu bara.

Menurutnya, pemanfaatan energi angin diharapkan dapat menjadi alternatif penyediaan listrik yang lebih ramah lingkungan, serta membantu meminimalkan dampak polusi dan limbah dari pembangkit listrik konvensional.

Selain sebagai sumber energi, proyek tersebut juga diharapkan berpotensi menjadi daya tarik wisata dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah Banyuwangi.

Aditya menyampaikan bahwa wilayah yang menjadi fokus kajian awal berada di Desa Bangsring dan Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo. Namun, hingga saat ini titik lokasi pembangunan turbin angin belum ditetapkan secara final karena masih melalui proses kajian teknis dan perizinan.

Menurut penjelasannya, kawasan hutan menjadi salah satu alternatif lokasi yang dipertimbangkan karena memiliki potensi angin yang dinilai memadai serta relatif jauh dari permukiman warga.

“Untuk titik lokasinya sementara belum final karena masih dalam kajian. Sebagian besar kemungkinan berada di dalam kawasan hutan,” jelasnya dalam sosialisasi tersebut.

Ia menambahkan, perusahaan telah melakukan pemasangan menara pemantauan angin pada 2024. Selanjutnya, pada periode 2025–2026, kegiatan difokuskan pada asesmen, kajian teknis, serta pengurusan perizinan lahan.

Dalam tahap perencanaan awal, jumlah turbin angin yang diperkirakan akan dibangun mencapai sekitar 30 unit. Meski demikian, jumlah tersebut masih berupa estimasi dan dapat berubah sesuai hasil kajian lanjutan.

Setiap turbin diperkirakan memiliki kapasitas pembangkitan sekitar 5 hingga 7 megawatt (MW), dengan teknologi yang direncanakan menggunakan teknologi terbaru. Kepastian kapasitas dan jumlah unit masih menunggu hasil kajian teknis, termasuk kajian geoteknik sebagai dasar perencanaan fondasi turbin.

Terkait potensi kebisingan, Aditya menyebutkan radius sekitar 500 meter dari lokasi turbin sebagai gambaran awal yang disampaikan dalam pemaparan. Aspek jarak terhadap permukiman dan dampak lingkungan tetap menjadi bagian penting yang perlu diperhitungkan dalam perencanaan.

Berdasarkan pemaparan perusahaan, tahapan berikutnya akan bergantung pada proses tender dari PT PLN (Persero) yang ditargetkan pada 2027. Apabila tahapan berjalan sesuai rencana, pembangunan PLTB diperkirakan dimulai pada 2028, dengan target mulai beroperasi secara komersial pada 2029.

Meski demikian, jadwal tersebut masih bersifat rencana dan bergantung pada proses tender, penyelesaian kajian teknis, perizinan, serta tahapan persiapan lainnya.

Sosialisasi di Desa Bengkak ini menjadi salah satu langkah awal untuk menyampaikan informasi mengenai rencana pengembangan PLTB kepada pemerintah desa dan masyarakat. Ke depan, kejelasan lokasi, jumlah turbin, dampak lingkungan, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat akan menjadi sejumlah hal penting yang perlu diketahui seiring berlanjutnya proses kajian. (Venus). 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *