BANYUWANGI – Kapal Tongkang Gold Trans dengan nomer lambung 308 dengan membawa batu bara perjalanan Banjarmasin menuju Cilacap mengalami kebocoran dilambung kiri, dari pristiwa itu akhirnya kapar miring ke kiri dan tidak bisa meneruskan perjalanan.
Dari pristiwa tersebut akhirnya nakhoda memberi tahukan ke kantor pusat Jakarta, lalu di intruksikan agar membawa kapal itu ke perairan teluk Pangpang di Muncar, Banyuwangi.
Kejadian tersebut pada hari Kamis (28/10) pukul 08.00 wib, akhirnya kapal tongkang tersebut ditarik oleh kapal Takbut yang membawanya ke perairan teluk Pangpang Muncar pada hari Selasa (02/11) pukul 12.00 wib.
Kapal yang membawa batu bara seberat 7500 MT itu milik perusahaan PT.Trans Power Marine. Awal diketahui kapal tersebut dengan posisi miring ke kiri pada saat melintas di perairan kepulauan Sapudi Kabupaten Sumeneb, Jawa Timur.
Kasad Polairud Polresta Banyuwangi Kompol Jeni Al Jauza, membenarkan atas terjadinya pristiwa yang menimpa kapal tongkang Gold Trans 308.
“Kami mendapat laporan bahwa ada kapal tongkang yang membawa batu bara menepi dan bersandar di teluk Pangpang Muncar, kapal mengalami kebocoran dibagian kiri.” Terangnya.
Jeni melaporkan.” Semu kru yang berjumlah 10 orang 1 diantaranya adalah nahkoda mereka dalam keadaan selamat dan sehat.” Ucapnya.
Sementara salah satu kru kapal, Hardianta Karo Karo (32) mualim 1 menjelaskan bahwa kapal mengalami kemiringan saat melintas diperairan Sapudi.
“Kita melihat kapal mulai miring saat melintas diperairan Sapudi. Saat itu juga kita berusaha melaporkan kejadian itu kekantor, lalu oleh kantor kita mendapat instruksi untuk bersandar sementara ke teluk Pangpang Muncar.” Ungkapnya.
Kapal tongkang Gold Trans dengan nomer lambung 308 ditarik dan dikendalikan oleh kapal takbut KR 06 Samarinda untuk membawa batu bara dari Banjarmasin ke Cilacap. Jarak tempuh dari perairan Sapudi menuju teluk Pangpang Muncar berjarak kurang lebih 100 mil. (Ry//JN).


Komentar