oleh

DIKLAT P4TK IPA ; LAHIRKAN RESILIENSI GURU IPA UNTUK BERKREASI TIADA HENTI

Jumat, 3-9 Desember 2021 kembali Dinas pendidikan Kabupaten Banyuwangi bekerjasama dengan P4TK IPA Bandung menggelar kegiatan “Diklat Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Digital Bagi Guru IPA se-Kabupaten Banyuwangi.”

Menurut Bapak Alfian, M.. selaku ketua pelaksana dari acara yang bertempat di Hotel Santika ini merupakan Acara yang diinisiasi dari adanya diklat yang dilakukan oleh MGMP IPA Kabupaten Banyuwangi bekerjasama dengan P4TK IPA pada bulan Oktober lalu di hotel Kokoon yang kemudian mendapatkan apresiasi dari P4TK Bandung karena dianggap hasil diklat serta tindak lanjutnya dari peserta diklat sangat bagus dan berkelanjutan.

IMG-20211204-WA0008

Acara diklat yang dihadiri sekaligus dibuka oleh Bapak Soeratno, M.Pd, MM selaku Plt Kadispendik Kabupaten Banyuwangi merupakan bagian dari memberikan motivasi bagi guru-guru IPA untuk terus memotivasi dirinya agar lebih berdaya. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan bahwa “Sasaran utama RPJMD adalah aksesibilitas pendidikan dan kualitas pendidikan yang meningkat. Dengan berbagai macam inovasi pendidikan yang telah dilakukan Banyuwangi diantaranya garda ampuh, Siswa asuh Sebaya (SAS), Banyuwangi cerdas, melek Aksara bagi yg masa belajarnya belum tuntas. Harapannya terus mendorong sekolah untuk resiliensi terhadap adanya berbagai hambatan diantaranya Covid 19 yang masih belum berlalu, “ujar Suratno.

” Saat ini inovasi terus berkembang, diantaranya Banyuwangi ayo mengajar yakni motivasi yang dilakukan oleh pelaku dan atau pemerhati pendidikan untuk sekolah sekolah yang membutuhkan suntikan motivasi agar lebih kreatif dan inovasi dalam penyelenggaraan pendidikann di masa pandemi. Begitu juga dengan SAS, yang sekarang berkembang menjadi Sekolah asuh Sekolah. Masih dari Bapak Soeratno, bagaimana sekarang sekolah yang empunyai kemampuan lebih memberikan kepada sekolah lainnya yang membutuhkan. Bukan hanya dalam bentuk finansial, namun juga ilmu dan inovasi. Hal ini bisa dilakukan untuk sekolah dengan jenjang yang sama atau berbeda. Kekuatan berkolaborasi dan berbagi akan melahirkan resiliensi yang terus bergerak untuk memajukan pendidikan anak bangsa, ”katanya.

IMG-20211204-WA0006

Mengakhiri sambutannya, beliau menyampaikan bagaimana guru IPA juga dapat melahirkkan berbagai macam bentuk kreativitas, inovasi serta berbagai bentuk resiliensi dalam kegiatan belajar mengajar. Beliau mengibaratkan sekolah selayaknya taman, dan taman merupakan tempat bermain. Bermain selayaknya harus menyenangkan. Sehingga belajar di sekolah harapannya harus menyenangkan. Untuk mewujudkan sekolah menyenangkan, tentunya membutuhkan berbagai rancangan strategi belajar yang menyenangkan pula sesuai dengan apa yang pernah disampaikan oleh Ki Hajar Dewantara.

Dengan adanya pelatihan untuk 40 guru IPA do hotel Santika ini, nantinya mereka akan menjadi inisiator bagi rekan sejawat dengan adanya desiminasi dari hasil latihan.

“Senang sekali dapat ikut serta dalam kegiatan ini yang bagi saya hal baru. Karena literasi digital bagi guru berbagai mapel selayaknya memang harus ditingkatkan secara terus menerus. Entah ada pelatihan atau tidak. Dan adanya diklat menjadi salah satu sarana untuk tujuan tersebut, ” Ungkap Bapak Langgeng S.Pd selaku guru Ipa SMPN 2 Gambiran Banyuwangi.

Diklat kali ini pematerinya langsung dari pihak P4TK yakni ibu Anita Mega Domani, SS, M.Pd dan Ibu Siti Amanah, SS, M.Pd. Dengan materi bernuansa bagaimana mengajar berbasis digital dengan memanfaatkan it pembelajaran.

Ibu Siti menyampaikan “IT memang sebenarnya sudah menjadi life style yang include bagi guru selaku profesional” karena dengan kemampuan digital pula, guru bisa memberikan ruang dan waktu pencerahan yang lebih luas kepada para siswa siswinya untuk lebih melek digital dan kaya literasi, ” Ungkap Ibu Anita dalam pemaparannya pada sesi pertama kemarin.

“Semoga kegiatan ini nantinya mempunyai dampak yang lebih luas lagi dalam menyiapkan peserta didik untuk menjadi generasi emas 2045 untuk menjawab tantangan masa depan.” Kata Ibu Puspito Rini, S.Pd guru SMPN 1 Rogojampi. (Yeti-H2O-Arum)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *