Bakesbangpol Kabupaten Banyuwangi-Jawa Timur menyelenggarakan penyuluhan pendidikan politik kebangsaan dengan tema “Meningkatkan Sinergitas dan Harmonisasi Umat Katolik sebagai Wujud Moderasi Beragama di Era Digital” Kamis, (9/12/2021) bertempat di Aula Universitas Banyuwangi Jalan Ikan Tongkol No. 22 Banyuwangi.
Sarasehan ini dihadiri oleh para Romo, para Suster, pengurus Dewan Pastoral Paroki, para penyuluh dan guru Agama Katolik serta warga Katolik di Banyuwangi. Juga dihadiri oleh Bakesbangpol Kabupaten Muhamad Lutfi, S.Sos, M.Si yang diwakili oleh Drs. Adnan Kohar, M.Pd., Romo Andreas Adhi Prasetyo Pr sekaligus sebagai narasumber, Elly Irwan Suryanto, S.Sos sebagai moderator, serta dihadiri pula oleh awak media cetak dan Online, yang semuanya berjumlah 200 orang termasuk panitia penyelenggara.

Awal acara, semua peserta yang hadir diajak menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Kemudian acara dibuka langsung oleh kohar yang mewakili kepala Bakesbangpol Kabupaten Banyuwangi yang berhalangan hadir.
Dalam sambutannya Adnan Kohar menyampaikan “Masyarakat Banyuwangi baru saja bercerai berai akibat dari perbedaan pilihan dalam Pilkada yang baru saja berlangsung, kini marilah kita jalin kembali apa yang telah memecah kedamaian masyarakat Banyuwangi. Sebentar lagi kita dihadapkan pada Pilkada 2024 yang tahapan nya akan dimulai pada tahun 2022, oleh karenanya kita mulai sekarang harus siap beradaptasi suka atau tidak suka terhadap dunia digital karena siapapun bisa membuat konten yang yang benar-benar dipercaya maupun yang hoak, “ungkap Adnan Kohar.
Kemudian acara sarasehan dengan tema “Meningkatkan Sinergitas dan Harmonisasi Umat Katolik sebagai wujud moderasi beragama di era digital” dimulai dengan moderator oleh Elly Irwan Suryanto, S.Sos.
Romo Andreas selaku narasumber memaparkan materinya yang berkaitan dengan “Sinergitas dan Harmonisasi”. Romo Andreas mengatakan “Sinergitas adalah kerjasama antara unsur atau fungsi atau instansi atau lembaga yang menghasilkan suatu tujuan yang lebih baik atau yang lebih besar dari pada dikerjakan sendiri. Yang dihasilkan dalam sinergitas adalah terciptanya saling menghargai dalam tugas serta lebih maksimal, “tutur Romo.

Sedang Harmonisasi menurut beliau adalah “Proses atau upaya untuk menyelaraskan atau menyerasikan sesuatu yang kurang sesuai, “katanya.
Lebih lanjut Romo menambahkan “Dalam harmonisasi yang paling sulit dilakukan adalah memenangkan diri sendiri. Beliau juga mengatakan bahwa Gereja adalah Rimah kita, gereja adalah ramah lingkungan dan gereja jangan ketinggalan jaman atau gereja harus melek digital, “ucapnya.
Selain itu Romo Andreas juga memaparkan tentang “Moderasi beragama”.
Belau memaparkan “moderasi beragama adalah cara pandang kita dalam beragama secara moderat, yakni memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan baik dan tidak ekatrim yang mengakibatkan retaknya hubungan antar umat beragama, “cetus Romo Andreas.
Setelah Romo Andreas Adhi Praseyo Rr pemaparan panjang lebar degan cara santai, lalu diadakan sesi tanya jawab dimana moderator memberikan kesempatan kepada para peserta sarasehan untuk mengajukan pertanyaan atau tanggapan dari pemaparan materi yang disampaikan oleh narasumber tadi. Setelah selesai tanya jawab atau dialog para peserta boleh meninggalkan tempat pulang ke rumahnya masing-masing dengan tertib.
(Hariyanto)


Komentar