oleh

Penari Laras Wangi Hongkong Mengikuti Nari Gandrung Sewu Nusantara Cara Virtual

BANYUWANGI- Penari Gandrung Sewu Nusantara yang tergabung Paguyuban Gandrung Laras Wangi ( PAGALAWA ) Hongkong telah mengikuti
tari gandrung secara virtual Dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banyuwangi, Selasa (28/12/2021).

Salah satu penari Gandrung Sewu Nusantara tergabung Paguyuban laras wangi Hongkong, Windi Yuliana mengatakan sangat terimakasih kepada pemerintah daerah Banyuwangi.yang telah di ikutsertakan nari Gandrung Sewu Nusantara dalam rangka Harjaba Banyuwangi ke-250 tahun.

“Dari Paguyuban Laras Wangi Hongkong yang telah mengikuti nari Gandrung Sewu Nusantara sebanyak 21 penari. semua penari ini dari Kabupaten Banyuwangi, yang berkerja di Hongkong, Oleh karena itu Laras Wangi Hongkong benar benar senang sekali bisa mengikuti nari Gandrung Sewu Nusantara dari Dinas pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Banyuwangi, “ujarnya.

IMG-20211228-WA0069

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Muhammad Yanuarto Bramuda mengatakan, Kegiatan Gandrung Sewu Nusantara diselenggarakan pada hari ini pada hari Selasa 28 Desember 2021. Kegiatan digelar di 24 kota Plus Hongkong.

Jumlah penari 24 kota Plus Hongkong sebanyak 500 penari yang mengikuti Gandrung Sewu Nusantara dalam rangka memperingati Harjaba Banyuwangi ke 250 tahun.

Tari gandrung secara virtual ini digelar sebagai simbol semangat bahwa pandemi tidak menjadi pembatas bagi kreativitas para seniman.

“Kami ingin agar semangat melestarikan budaya dan atraksi yang telah menjadi ikon Banyuwangi terus terjaga. Gandrung Sewu “versi baru” ini adalah wujud kecintaan semua terhadap budaya Banyuwangi,” paparnya.

Bramuda menambahkan, biasanya setiap tahun pemkab menggelar silaturahmi dengan para diaspora yang sedang pulang mudik ke Banyuwangi. Namun, sejak pandemi acara ini ditiadakan untuk sementara waktu, selain juga banyak diaspora yang tidak bisa mudik karena adanya pembatasan.

“Untuk mengobati rasa rindu akan kampung halaman, maka kami berkolaborasi menggelar acara ini. Sebagai penawar rindu akan tanah kelahiran,” paparnya.

Bramuda mengaku sangat mengapresiasi dan salut atas semangat Ikawangi yang turut berpartisipasi dalam agenda ini.

“Sebelum pagelaran, para penari di tiap daerah juga rutin berlatih dari koreografer di Banyuwangi melalui virtual agar gerakan mereka sama,” imbuh Bramuda.

Menurutnya, tampilan tari Gandrung kolosal dari berbagai kota Plus Hongkong ini ditampilkan dalam sebuah desain tayangan yang apik pada 28 Desember 2021, dalam bentuk virtual premier show.(Jaenudin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *