Keceriahan tampak terpancar di wajah para siswa Sekolah Adat Osing Pesinauan yang pada hari ini sedang merayakan hari jadinya yang ke 1 tahun (Minggu 23/01/2022), yang dirayakan di Art Space desa Oleh sari kecamatan Glagah kabupaten Banyuwangi-Jatim.
Awal acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia raya yang diikuti pula oleh seluruh siswa dan tamu undangan yang hadir, kemudian dilanjutkan menyanyikan lagu himne. Acara selanjutnya pembacaan. do’a oleh Kang Imik dan dilanjutkan pemotongan nasi tumpeng dan kemudian diisi hiburan oleh para siswa.
Slamet Diharjo, S.Sn selaku Pengarep Sekolah Adat Osing Pesinauan dalam sambutannya menyampaikan “Rasa trima kasih nya kepada semua pihak yang telah membantu atas terselenggaranya kegiatan Ulang tahun yang ke 1, dan beliau berharap semoga Sekolah Adat ini bisa menguri nguri adat budaya Osing pada generasi muda, “katanya.

Dalam acara ini, diisi pula pemberian bingkisan oleh Mahasiswa KKN Universitas Katolik Widya Karya Malang yang diwakili oleh Nuraini May Nanda, dia berharap :
“Semoga kedepannya Sekolah adat ini menjadi sekolah adat yang menghasilkan anak didik yang mau mengenalkan adat Osing agar dikenal oleh masyarakat luas, “harapnya.
Sekolah adat Osing Pesinauan yang berlokasi di Art Space desa Olehsari kecamatan Glagah, memiliki arti sebagai tempat belajar yang mengajarkan terkait Budaya adat tradisi, Kesenian, Pertanian dan Masakan tradisional kepada generasi muda.

Sekolah adat ini juga sebagai wadah kegiatan Mocoan lontar Yusuf dan gerak dasar tari tradisi yang diikuti oleh generasi muda. Slamet Diharjo menambahkan “Semua hal yang berkaitan dengan kearifan lokal, akan diajarkan di sekolah ini, termasuk membahas tentang konsep pertanian masyarakat Osing dengan mengandalkan pupuk organik, ” cetusnya.
Wowok Meiriyanto selaku Ketua Komunitas Osing Pelestari Adat Tradisi (KOPAT) Banyuwangi berharap “Diusia 1 tahun Sekolah adat ini, sudah nampak terlihat Kepesinauan adat osingnya, “ujar Wowok
“Kedepan harus mengadakan kerja sama dengan : 1. Pemerintah Daerah yaitu dengan Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, Pemerintah Kecamatan dan Desa. 2. Harus mulai merangkul Akademisi (Perguruan Tinggi dan Sekolah Sekolah Formal dan non Formal). 3. Bisa merangkul pihak pihak swasta yang sedianya mau memberikan Job karya karya dari sekolah Pesinauan, “tambah Wowok.
Sedang Aekanu Hariyono selaku Pemerhati Perkembangan Budaya Osing mengatakan : “Selamat dan Semoga niat dan langkah mulia Pesinauan adat ini terus bermanfaat untuk masyarakat, Semoga Pesinauan adat Osing siswanya semakin banyak, bukan saja kalangan anak anak sebagai siswanya, tetapi orang orang dewasa mau belajar adat budaya dan seni di sini, karena sekolah ini adalah bukan sekolah formal, ” harapnya.
(Hariyanto)


Komentar